Basarnas mendapat hibah lahan di Lombok Utara

Basarnas mendapat hibah lahan di Lombok Utara

Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Lombok Utara, Kawit Saswito (kiri), menyerahkan sertifikat tanah hibah kepada Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Brigjen TNI (Mar) Budi Purnama, dalam pembukaan rapat koordinasi pencarian dan pertolongan di Mataram, NTB, Rabu (28/8/2019). (FOTO ANTARA/Awaludin)

Kehadiran Basarnas sangat dinantikan. Untuk itu, pemerintah daerah menghibahkan tanah kepada Basarnas untuk dimanfaatkan sebagai pos atau kantor sehingga kalau ada bencana Basarnas cepat hadir memberikan bantuan
Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, menghibahkan lahan yang akan dijadikan sebagai lokasi pembangunan kantor atau pos Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Sertifikat tanah hibah tersebut diserahkan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Lombok Utara, Kawit Saswito, kepada Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Brigjen TNI (Mar) Budi Purnama, pada pembukaan rapat koordinasi pencarian dan pertolongan di Mataram, Rabu.

Kawit menjelaskan hibah tanah kepada Basarnas tersebut sebagai bentuk sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dengan Basarnas sebagai lembaga yang menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan.

"Kehadiran Basarnas sangat dinantikan. Untuk itu, pemerintah daerah menghibahkan tanah kepada Basarnas untuk dimanfaatkan sebagai pos atau kantor sehingga kalau ada bencana Basarnas cepat hadir memberikan bantuan," katanya.

Kabupaten Lombok Utara, menurut dia, adalah salah satu wilayah yang rawan bencana, baik gempa bumi dan bencana lainnya.

Selain itu, Kabupaten Lombok Utara memiliki wilayah perairan laut yang luas dan ada destinasi wisata pulau kecil yang banyak dikunjungi wisatawan asing maupun domestik. Oleh sebab itu, yang perlu diantisipasi adalah keselamatan para wisatawan.

"Makanya, kami menghibahkan tanah beberapa ratus meter persegi di Kecamatan Pemenang. Nanti pihak Basarnas yang membangun fisik kantor. Pemerintah daerah juga bisa mendukung kebutuhan Basarnas," kata Kawit Saswito.

Sementara itu, Direktur Operasi Basarnas Budi Purnama mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dalam membangun sinergitas penanganan bencana dengan Basarnas.

"Hibah lahan yang diberikan kepada Basarnas merupakan tanda sinergi dan kami akan memanfaatkan lahan yang dihibahkan sebaik mungkin untuk menunjang kegiatan pencarian dan pertolongan," katanya.

Menurut dia, setiap daerah rawan bencana dan destinasi wisata yang ramai dikunjungi turis, idealnya ada kantor atau pos Basarnas, sehingga setiap kejadian bisa direspon oleh tim penyelamat (rescue) secara cepat.

Oleh sebab itu, dalam rencana strategis Basarnas ke depan akan dipetakan lokasi-lokasi untuk membangun pos-pos baru.

"Kami sudah petakan lokasi-lokasinya, namun Basarnas memiliki keterbatasan anggaran. Memang idealnya di setiap titik rawan kebencanan dan kegiatan pariwisata, kehadiran Basarnas akan memberikan kontribusi yang baik terhadap daerah," katanya.

Selain dari Pemerintah Kabupaten Lombok Utara Basarnas juga memperoleh hibah tanah dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Sertifikat tanah hibah tersebut juga diserahkan dalam pembukaan rapat koordinasi pencarian dan pertolongan, demikian Budi Purnama.

Baca juga: Basarnas: NTB idealnya miliki 200 personel SAR

Baca juga: Basarnas kembali temukan satu korban tertimbun

Baca juga: Basarnas akan beli kapal laut dan 2 helikopter

Pewarta: Awaludin
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cari WNA hilang, Basarnas Banten libatkan SAR di enam wilayah

Komentar