Laporan dari Tanah Suci

PPIH imbau jamaah haji Indonesia tak coreti situs bersejarah

PPIH imbau jamaah haji Indonesia tak coreti situs bersejarah

Salah satu sudut di Jabal Nur yang terdapat di atasnya Gua Hira tempat Nabi Muhammad SAW pertama menerima wahyu, banyak coretan yang beberapa di antaranya bahkan nama khas Indonesia. (FOTO ANTARA/Hanni Sofia)

Kerap kali saat berkunjung ke situs bersejarah di Mekkah seperti Jabal Nur, Jabal Tsur, Jabal Rahmah, Hudaibiyah, dan lain-lain banyak dijumpai tulisan-tulisan nama bahkan tidak jarang di antaranya nama khas Indonesia
Mekkah (ANTARA) - Kepala Daerah Kerja Mekkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) 2019 Subhan Cholid menyatakan jamaah asal Indonesia diminta dan diimbau untuk tidak ikut-ikutan mencoret-coret situs bersejarah di Tanah Suci, Arab Saudi  karena seluruhnya memiliki nilai kesejarahan yang sangat tinggi.

Kepala Daerah Kerja Mekkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) 2019 Subhan Cholid di Mekkah, Selasa, mengatakan kerap kali saat berkunjung ke situs bersejarah di Mekkah seperti Jabal Nur, Jabal Tsur, Jabal Rahmah, Hudaibiyah, dan lain-lain banyak dijumpai tulisan-tulisan nama bahkan tidak jarang di antaranya nama khas Indonesia.

“Banyak ditemukan tulisan-tulisan yang kita tidak paham. Ada juga warga kita, kita dapati. Misalnya di Jabal Rahmah ada tulisan Ahmad love Sarinem. Atau apalah sejenisnya. Itu iseng-iseng seperti. Yang tahu maksudnya hanya orang tersebut,” katanya.

Tak hanya itu, bahkan beberapa di antaranya menempelkan atau meninggalkan foto-foto mereka di tempat tersebut.

“Terus menempel foto juga. Entah maksudnya untuk apa. Maksudnya mungkin supaya bisa kembali ke situ atau apa. Tapi itu kan kemudian menjadikan tempat itu menjadi tidak bagus lagi. Penuh coretan dan kotor,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada jamaah saat berkunjung ke tempat-tempat bersejarah agar turut menjaga kelestarian, kebersihan, dan kerapian dari tempat-tempat tersebut.

Apalagi karena tempat tersebut sangat bersejarah dan punya makna yang luar biasa.

“Jangan kemudian dikotori dengan coretan-coretan yang itu sesungguhnya cukup di batin saja atau ditulis dalam bukunya sendiri. Atau kalau memang itu sangat berkesan di hatinya tulislah di hati yang paling dalam dengan tinta emas tanpa harus menuliskannya di batu-batu yang punya nilai sejarah yang besar itu,” katanya.

Menurut dia, tempat tersebut perlu dijaga tetap lestari supaya bisa dinikmati oleh orang dari seluruh dunia dan menjadi pelajaran berharga bagi semua dengan melihat secara langsung tentang sejarah-sejarah tersebut.

Ia mengatakan ada aturan ketat yang tertulis secara resmi dari Pemerintah Arab Saudi bahkan ada denda jika ditemukan pelaku pencoretan.

Seperti misalnya juga jika ditemukan coretan di tenda di Mina maka ada denda sejumlah uang untuk membersihkannya.

“Jadi kami imbau kesadaran seluruh pihak untuk sama-sama menjaga kebersihan bahkan juga kesucian tempat-tempat yang punya nilai sejarah besar,” demikian Subhan Cholid.

Baca juga: Coretan nama-nama Indonesia di Jabal Rahmah

Baca juga: Jamaah haji Indonesia dijambret monyet di Jabal Nur

Baca juga: Laporan dari Mekkah - Hudaibiyah jadi pilihan miqat Jamaah Indonesia

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Akhir 2019, akumulasi dana haji mencapai 122 T

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar