counter

Kepala sekolah di Medan diduga lakukan pelecehan seksual

Kepala sekolah di Medan diduga lakukan pelecehan seksual

Sejumlah pelajar Yayasan Amal Sosial Al Jamiyatul Washliyah, Jalan Ismailiyah Medan, Sumatera Utara, berdemo di halaman sekolah mereka, Rabu (28-8-2019). ANTARA/Nur Aprilliana Br. Sitorus)

Medan (ANTARA) - Sejumlah pelajar Yayasan Amal Sosial Al Jamiyatul Washliyah, Jalan Ismailiyah Medan, Sumatera Utara, berdemo di halaman sekolah mereka, Rabu, mendesak pihak sekolah memeriksa kepala sekolah setempat atas dugaan pelecehan seksual.

Mereka mendemo kepala sekolah bernama Mulkan Hamid (39) terkait dengan dugaan pelecehan seksual terhadap seorang siswinya.

Para siswa itu berdemo sambil membawa poster bertuliskan kasus pelecehan seksual. Mereka meminta pihak sekolah segera melakukan pemeriksaan terhadap oknum pengurus sekolah atas dugaan kasus tersebut.

Baca juga: Oknum dosen UPR diduga lecehkan sejumlah mahasiswi

Siswa Muhammad Rusdi mengatakan bahwa pelecehan tersebut bermula ketika kepala sekolah mereka bersama korban berinisial D dan dua teman korban pergi ke Pantai Cermin.

Di perjalanan, korban mendapat perlakuan tidak senonoh dari oknum tersebut. Paha korban diraba dan dipanggil dengan sebutan "sayang".

"Kami punya bukti berupa capture chat kepala sekolah sama si D. Guru mengajarkan supaya menghindari perzinaan. Akan tetapi, kenapa dugaan pelecehan seksual ini terjadi," katanya.

Baca juga: Komnas Perempuan: Banyak anggapan salah tentang pelecehan seksual

Aksi tersebut, kata dia, juga meminta kepala sekolah diturunkan.

"Ini sudah aksi yang keempat terkait dengan dugaan kasus oknum pengurus sekolah yang melakukan pelecehan seksual. Kami mau kepala sekolah diturunkan," tegasnya.

Pewarta: Nur Aprilliana Br. Sitorus
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden segera tandatangani surat persetujuan amnesti

Komentar