counter

Yogyakarta International Airport dapat didarati Boeing 777

Yogyakarta International Airport dapat didarati Boeing 777

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo meninjau pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta Baru di Kulon Progo di terminal keberangkatan internasional lantai 3 yang sedang dalam penyelesaian, Kamis (29/8/2019). ANTARA/Agus Salim/am. (ANTARA/Agus Salim)

Yogyakarta International Airport dapat didarati pesawat besar jenis Boeing 777 dan airbus sehingga penerbangan luar negeri bisa langsung mendarat...
Kulon Progo (ANTARA) - Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan bahwa Yogyakarta International Airport dapat didarati pesawat besar jenis Boeing 777 dan airbus sehingga penerbangan luar negeri bisa langsung mendarat ke bandara tersebut tanpa harus transit di Bandara Sukarno-Hatta Tangerang, Banten, atau Denpasar, Bali.

"Pesawat besar dari Tiongkok, Jepang, dan Korea bisa langsung mendarat di Yogyakarta International Airport," kata Faik ketika menyampaikan paparan tentang YIA kepada Presiden RI Joko Widodo dan rombongan yang meninjau pembangunan Yogyakarta International Airport di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis.

Presiden Jokowi tiba di Yogyakarta International Airport sekitar pukul 09.45 WIB,  didampingi Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Setiba di Yogyakarta International Airport, Presiden Jokowi disambut Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo, dan Direktur Utama PT AP I Faik Fahmi.

Baca juga: AP I optimistis YIA beroperasi penuh akhir 2019

Faik juga memaparkan dampak positif pembangunan BIY/YIA, yakni menaikkan tingkat pertumbuhan ekonomi Kulon Progo dan Yogyakarta secara signifikan.

Pada 2018, pertumbuhan ekonomi Kulon Progo hanya berkisar pada 5,2 persen. Tapi pada Juni 2019, pertumbuhan ekonomi langsung melesat ke 10,6 persen atau setelah beroperasinya BIY/YIA pada 6 Mei 2019.

Pembangunan BIY/YIA juga menyerap tenaga kerja konstruksi proyek, pada saat awal pembangunan bandara mampu menyerap tenaga kerja 6.800 orang.

Bandara ini juga menurunkan pengangguran di Kulon Progo, yang awalnya sebesar 3,7 persen pada 2015, turun menjadi 1,4 persen pada 2018.

Keuntungan pembangunan BIY/YIA lainnya, yakni mendukung pengembangan pariwisata dan potensi daerah lain karena BIY/YIA terletak di posisi yang sangat strategis, yaitu berada di tengah Pulau Jawa.

Baca juga: Presiden Jokowi kunjungan kerja ke Kulon Progo dan Purworejo

"Adanya terminal kargo juga dapat mendukung jalur logistik wilayah Jawa, khusus Jawa Tengah dan rencananya dibangun Kargo Village," kata Direktur Utama PT AP I Faik Fahmi.

Sejak dioperasikan terbatas pada 6 Mei 2019, jumlah penumpang di BIY/YIA semakin banyak. Pada Mei, jumlah penumpang sebanyak 2.935 orang, Juni sebanyak 27.717 orang, dan Juli sebanyak 27.585 orang.

Jumlah pesawat yang mendarat dan terbang di BIY/YIA juga meningkat. Pada Mei sebanyak 62 penerbangan, Juni sebanyak 290 penerbangan dan Juli 280 penerbangan. Maskapai yang telah beroperasi di BIY/YIA, yakni Batik Air, AirAsia, Citilink, dan Lion Air.

"Pengalihan bertahap penerbangan dari Bandara Adisutjipto ke Yogyakarta International Airport rencananya dimulai pada Desember 2019," katanya.
Baca juga: Menhub tinjau YIA dan Stasiun Kedundang Yogyakarta
 

Pewarta: Sutarmi
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wapres: Bandara baru Yogyakarta paling modern di Indonesia

Komentar