counter

PMI luncurkan program SPLASH di NTB

PMI luncurkan program SPLASH di NTB

Plh Ketua Umum PMI Pusat Ginandjar Kartasasmita saat meninjau pameran foto di Markas PMI Provinsi NTB. (Foto: Palang Merah Indonesia)

Lombok, NTB (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) meluncurkan program promosi keselamatan dan kebersihan untuk anak-anak sekolah School Promoting and Learning About Safety and Hygiene (SPLASH) di Markas PMI Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Kamis, (29/8).

"SPLASH merupakan salah satu program unggulan PMI yang dalam program tersebut kami memberikan edukasi mengenai kesiapsiagaan bencana dan perilaku hidup bersih serta sehat yang targetnya anak-anak sekolah. Harapannya dengan program ini dapat membangun ketangguhan anak-anak terhadap bencana dan kesehatan," kata Plh Ketua Umum PMI Pusat Ginandjar Kartasasmita melalui siaran persnya, Kamis.

Program SPLASH menargetkan siswa-siswi dari 12 sekolah yang ada di Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Timur sebagai penerima manfaat program ini. Adapun sekolah ini yang mendapatkan program tersebut adalah SMAN 1 Bayan, SMAN 1 Kayangan, SMP 2 SATAP Kayangan, SMPN 2 Gangga.

Kemudian SDN 2 Gumantar dan MA Pondok Pesantren Darul Iman di Kabupaten Lombok Utara, serta SMPN 3 Sambelia, SDN 3 Sugian, SDN 3 Labuan Pandan, SMPN 1 Montong Gading, SD Islam Melempo dan MA Darul Mutaqqien NW Perian di Kabupaten Lombok Timur.

Program ini akan berlangsung selama lima bulan, terhitung sejak September hingga Januari 2020. Selama program berlangsung, murid sekolah penerima manfaat program akan mendapatkan pengetahuan serta melakukan kegiatan pengurangan risiko bencana (PRB), menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan mendapatkan pengalaman menjadi peer educator di sekolah melalui aktivitas Palang Merah Remaja.

"Melalui program ini, siswa-siswi yang terlibat dalam kegiatan ini dapat mengimplementasikan dan menyebarkan cara hidup sehat untuk diri sendiri maupun di lingkungan sekolah serta memahami langkah-langkah menghadapi bencana, salah satunya gempa bumi yang masih sering terjadi di Lombok," tambahnya.

Melalui program ini, mendukung perbaikan sarana sanitasi dan penunjang kesehatan sekolah, seperti perbaikan toilet, sarana cuci tangan, tempat atau bank sampah, saluran pembuangan, sumber air, dan perlengkapan unit kesehatan sekolah.

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

JK: Idealnya dua persen dari penduduk jadi pendonor darah

Komentar