Satu jemaah haji asal Tanah Datar tertahan di Makkah karena sakit

Satu jemaah haji asal Tanah Datar tertahan di Makkah karena sakit

Jamah haji asal Tanah Datar disambut haru unsur pimpinan Tanah Datar dan keluarga jamaah, Kamis. (Foto : Antara/Etri Saputra)

Jemaah haji yang meninggal selain karena usia yang bersangkutan sudah tua,
Batusangkar, (ANTARA) - Satu orang dari 241 jemaah haji asal Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 13 masih tertahan di Makkah karena sakit, sementara 239 jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat pada Kamis (29/8).

Kepala Staf Haji dan Umrah Tanah Datar yang juga pelaksana tugas kepala Kantor Kementerian (Kemenag) setempat Syamsul Arifin di Batusangkar, Kamis, mengatakan sedangkan satu lagi atas nama Ernita (85) asal Salimpaung meninggal dunia di Makkah.

Ia menambahkan jemaah yang sakit atas nama Iskandar warga Padang Ganting masih dirawat di Rumah Sakit Annur Makkah.

Baca juga: Jamaah haji Dharmasraya Sumbar pulang 30 Agustus

Jemaah haji yang meninggal selain karena usia yang bersangkutan sudah tua, ditambah kondisi cuaca di Makkah yang cukup panas sehingga mengalami infeksi pernafasan.

Sementara Iskandar kondisi kesehatannya memburuk semenjak melaksanakan wukuf, dan dibawa dengan ambulans ke Arafah.

Sampai sekarang dia masih belum dapat izin dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) untuk diberangkatkan, dan masih tertahan di Rumah Sakit Annur King Abdul Faisal Makkah.

Baca juga: JCH Padang Panjang bergabung dengan Tanah Datar dan Padang

"Insya Allah jika nanti kesehatannya sudah membaik akan dipindahkan kloternya ke kloter lain, paling lambat pada kloter 18 yang berangkat pada 3 September 2019," ujarnya.

Ia mengharapkan pada pemberangkatan haji selanjutnya, perlu evaluasi bagi calon haji terutama persiapan fisik enam bulan menjelang keberangkatan.

Karena, menurutnya pada pelaksanaan haji sangat sensitif sekali dengan masalah sesak nafas, mengingat kondisi cuaca di Makkah yang sangat panas.

Ia mengharapkan calon haji yang nomor inpesnya tahun ini keluar, persiapan fisik perlu ditingkatkan dengan cara jalan kaki pagi sekitar satu sampai dua kilometer sehari.

"Karena ini akan membantu kekuatan fisik, sebab pelaksanaan ibadah haji itu pada umumnya menyangkut kekuatan fisik, kemudian makanan bergizi, kurangi berlemak dan perbanyak makan sayuran dan minum air putih," jelasnya.

Baca juga: Hingga 2037, daftar tunggu haji Tanah Datar capai 18 tahun

Pewarta: Syahrul Rahmat
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gubernur Sumbar lepas 392 Calhaj Kloter I

Komentar