Stok minyak mentah AS anjlok, harga naik 1,7 persen

Stok minyak mentah AS anjlok, harga naik 1,7 persen

Ilustrasi - Harga minyak dunia naik. (ANTARA/Shutterstock/am).

Houston (ANTARA) - Harga minyak mentah berjangka AS naik 1,7 persen pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), terangkat oleh penurunan tajam persediaan minyak negara ini karena meningkatnya permintaan dengan dimulainya dua saluran pipa baru di Texas Barat.

Kemunculan Badai Dorian ke arah Florida juga menimbulkan kekhawatiran bahwa produsen minyak mentah lepas pantai AS dapat memperlambat produksi jika badai melintas ke Teluk Meksiko pada akhir pekan, kata para analis.

Sementara itu, patokan internasional, minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober naik 0,59 dolar AS menjadi ditutup pada 61,08 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange, karena kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi mereda.

Patokan minyak mentah AS, West Texas International (WTI), untuk pengiriman Oktober naik 0,93 dolar AS atau 1,7 persen menjadi 56,71 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

"Ada premi badai dalam harga WTI," kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group di Chicago. "Jalur badai agak berbahaya bagi produksi Teluk Meksiko."

Dorian diperkirakan akan menguat dan menjadi badai Kategori 4 yang sangat berbahaya pada Minggu (1/9/2019), kata Pusat Badai Nasional.

Bulan lalu, Badai Barry telah mendorong perusahaan-perusahaan minyak lepas pantai untuk menutup sebanyak 74 persen dari produksi, mengangkat harga minyak mentah AS, sebelum melemah menjadi badai tropis di Louisiana.

Data pemerintah pada Rabu (28/8/2019) menunjukkan stok minyak mentah AS turun pekan lalu sebesar 10 juta barel ke level terendah sejak Oktober karena impor melambat, sementara stok bensin dan sulingan masing-masing turun lebih dari dua juta barel.

Persediaan di pusat pengiriman utama negara itu di Cushing, Oklahoma, di mana WTI berjangka dihargakan, merosot pekan lalu dengan hampir dua juta barel ke level terendah sejak Desember.

Persediaan di Cushing telah turun lebih dari 300.000 barel sejak laporan pemerintah, kata para pedagang, mengutip laporan pertengahan minggu perusahaan intelijen pasar Genscape.

Penurunan terjadi setelah dua saluran pipa baru dibuka di Permian Basin bulan ini, mengalirkan minyak mentah ke Gulf Coast AS dan memperketat pasokan di Cushing.

EPIC Midstream Holdings LLC dan Plains All American Pipeline LP keduanya membuka jalur pipa baru dari Permian ke Corpus Christi, Texas, pada pertengahan Agustus. Saluran-saluran pipa itu pada akhirnya akan memiliki kapasitas gabungan lebih dari satu juta barel per hari (bph), kata perusahaan tersebut.

"Pasar mengajukan tawaran untuk mengisi saluran-saluran pipa ini," kata Robert Yawger, seorang analis di Mizuho di New York. “Banyak hal telah berubah secara drastis hanya dalam dua atau tiga minggu. Dan Anda akan memiliki saluran besar lain yang akan terus mengubah matematika. "

Phillips 66 memperkirakan saluran pipa Grey Oak 900.000 barel per hari akan beroperasi sebelum akhir tahun.

Pada Rabu (28/8/2019), EPIC mengusulkan untuk menurunkan tarif transportasi pada jalur pipa 400.000 barel per hari menjadi 1,35 dolar AS per barel dari 2,50 dolar AS, efektif 1 September, menurut arsip peraturan AS. Tingkat yang lebih murah akan mendorong aliran yang lebih besar ke pantai dan mengurangi pengiriman ke Cushing, kata para analis.

Ketika pengiriman lebih banyak minyak mentah Permian ke Gulf Coast, "ada lebih banyak pesaing untuk barel Cushing," kata Andy Lipow, presiden Lipow Oil Associates di Houston. "Anda akan melihat penurunan berkelanjutan dalam persediaan Cushing."

Kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi akibat perang perdagangan AS-China yang mengamuk di antara konsumen minyak terbesar dunia, bersama dengan potensi terpukulnya permintaan minyak, menjaga harga tetap terkendali.

Kementerian perdagangan China mengatakan pada Kamis (29/8/2019) bahwa China dan Amerika Serikat sedang mendiskusikan putaran berikutnya dari pembicaraan perdagangan tatap muka yang dijadwalkan untuk September, tetapi harapan untuk kemajuan bergantung pada apakah Washington dapat menciptakan kondisi yang menguntungkan.

Media melaporkan bahwa China tidak akan membalas dalam waktu dekat terhadap Amerika Serikat karena tarif baru AS "mengurangi kekhawatiran perang perdagangan," kata Gene McGillian, wakil presiden penelitian pasar di Tradition Energy di Stamford, Connecticut.

Baca juga: Harga minyak AS naik setelah banjir melanda pusat distribusi Cushing
Baca juga: Minyak naik sekitar dua persen setelah pertumbuhan pasokan melemah

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar