Empat santri terseret ombak satu hilang di Pantai Karang Bolong

Empat santri terseret ombak satu hilang di Pantai Karang Bolong

Petugas Tim SAR dan Polairud Polda Banten mengevakuasi korban terseret ombak di Pantai Karang Bolong, Kabupaten Serang. (Mulyana)

Korban meninggal ditemukan di pantai Hotel Pesona Krakatau Cinangka yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian awal.
Serang (ANTARA) - Ditpolairud Polda Banten dan SAR BPBD Serang masih melakukan pencarian terhadap seorang santri dari empat orang asal Ponpes Arrosydah Tangerang yang terseret ombak di Pantai Karang Bolong, Desa Karang Suraga, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten yang terjadi Kamis (29/8).

Sedangkan tiga orang santri lainnya sudah  berhasil  di evakuasi dua dalam kondisi selamat sedangkan satu meninggal," kata Direkrur Polairud Polda Banten Kombespol. Nunung Syaifuddin, melalui Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi di Serang, Jumat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (29/8) sekitar pukul 14.30 Wib di Pantai Karang Bolong, Desa Karang Suraga Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang.

"Tiga korban terseret ombak kita lakukan evakuasi, atas nama Roki berhasil diselamatkan dan dirujuk oleh Puskesmas Cinangka ke RSKM Cilegon, sedang Ustad Mustain Bilah dirawat di Puskesmas Cinangka," kata Edy.

Baca juga: Pascatsunami, Pantai Anyer kembali ramai dikunjungi wisatawan

Baca juga: Wisatawan diminta tidak berenang di Pantai Selatan Banten

Baca juga: Empat wisatawan di Pantai Anyer terseret ombak


Sementara korban lainnya bernama Arif Turtusi setelah dilakukan pencarian oleh Ditpolair dan tim SAR BPBD Serang pada Kamis (29/8) sekitar pukul 15.30 Wib ditemukan namun sudah dalam keadaan meninggal dunia di pantai lokasi belakang Hotel Pesona Krakatau Cinangka yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian awal.

"Sedang korban Wildan Pratama sampai saat ini masih belum ditemukan dan masih dalam pencarian," kata Edy.

Atas kejaidan tersebut Edy menghimbau kepada masyarakat yang hendak berwisata ke pantai agar selalu berhati-hati dan mematuhi peraturan, jangan lupa memakai pelampung apabila menaiki perahu yang disewakan dan selalu menjaga diri masing masing, dan juga menjaga anak anaknya.

Menurutnya, para santri tersebut merupakan santri dari ponpes Arrosydah Cikupa Tangerang, rombongan santri berjumlah 121 orang santri, empat guru/ustadz yang datang dengan menggunakan dua bus dengan tujuan Museum Banten serta tempat ziarah Banten Lama Serang untuk berwisata religi.

Setelah dari musium dan tempat ziarah Banten Lama kemudian rombongan berangkat melaksanakan rekreasi ke Pantai Karang Bolong Cinangka sampai dilokasi sekitar pukul 13.30 Wib.

Peristiwa itu bermula, saat sekitar 50 anak santri berenang di pantai Karang Bolong, Serang. Dari ke 50 santri tersebut ada 4 orang Santri yang terbawa arus ombak, dan hanya dua yang selamat sedangkan yang satunya meninggal dan satu lagi masih hilang. 

.

Pewarta: Mulyana
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar