Info Haji

Haji kloter 41 asal Jateng tiba Tanah Air

Haji kloter 41 asal Jateng tiba Tanah Air

Seorang haji kloter 41 Debarkasi Surakarta harus dinaikan mobil ambulance karena sakit saat tiba di asrama haji Donohudan Boyolali Jateng, Jumat (30/8/2019) malam. (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)

Boyolali (ANTARA) - Sebanyak 360 jamaah haji yang tergabung kelompok terbang 41 asal Kabupaten Batang dan Tegal Provinsi Jawa Tengah, telah tiba di Tanah Air melalui Bandara Air Soemarmo di Boyolali, Jumat petang.

Jamaah haji kloter 41 yang mendarat di Bandara Internasional Adi Soemarmo di Boyolali tersebut tepat pada pukul 17.30 WIB atau mengalami keterlambatan sekitar 5 menit dari waktu yang sudah dijadwalkan pukul 17.25 WIB.

Jamaah haji kloter 41 setibanya di bandara langsung dijemput dengan bus menuju asrama haji Donohudan Boyolali, sedangkan satu haji harus ikut mobil ambulance karena kondisinya yang sakit.

Haji sakit itu, setibanya di asrama langsung dibawa ke poliklinik asrama untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut Kepala Sub Bagian Penerangan, Humas, dan Protokol PPIH Debarkasi Surakarta Agus Widakdo ada satu haji kloter 41 yang harus ikut mobil ambulance setibanya di bandara untuk dibawa ke poliklinik asrama haji. Satu haji itu, karena diduga kelelahan setelah menjalani ibadah haji di Tanah Suci.

Menurut dia, dengan kedatangan haji kloter 41 asal Batang dan Tegal tersebut, sehingga jumlah jamaah asal Debarkasi Surakarta yang sudah dipulangkan ke Tanah Air, sebanyak 14.710 orang atau sekitar 42,3 persen dari total 34.756 orang yang diberangkatkan ke Tanah Suci tahun ini.

"Kami sebelumnya juga kedatangan 359 haji kloter 38 asal Kabupaten Magelang, pukul 03.40 WIB, kemudian disusul 360 haji kloter 39 (Magelang), pukul 07.20 WIB, 357 haji kloter 40 (Magelang dan Tegal), pukul 09.00 WIB, dan terakhir 360 haji kloter 41 (Batang dan Tegal)," katanya.

Dia mengatakan hingga kedatangan haji kloter 41, Jumat hingga pukul 19.00 WIB ini, jumlah jamaah asal Debarkasi Surakarta yang meninggal dunia di Tanah Suci bertambah dua orang sehingga menjadi 52 orang.

Dua jamaah haji yang meninggal yakni Siti Choriyah Sukimah Sumpeno (72), warga Banjaran RT 03 RW 12 Kota Salatiga tergabung kloter 81, dan Ahmad Toha Merto Harjo (98) warga Nglarang RT 02 RW 04 Kabupaten Temanggung tergabung kloter 96.

Kedua haji tersebut, kata dia, dilaporkan meninggal dunia karena sakit di Rumah Sakit Arab Saudi, di Mekah, pada Rabu (28/8), dan jenazahnya dimakamkan di tempat pemakaman di Sharayya Mekah.

"Menurut data terkini dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) di Asrama Haji Donohudan Boyolali, ada tujuh jamaah haji asal Jateng yang masih menjalani perawatan di RSAS," katanya. 
 

Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

41 tahun menabung, buruh kebun naik haji

Komentar