Mantan pemain PSBS Biak perkuat Karketu Dlli Timor Leste

Mantan pemain PSBS Biak perkuat Karketu Dlli Timor Leste

Mantan pemain PSBS Biak Joseph K. Koomsom (kanan) saat tampil bermain bersama klub barunya Kerdatu Dili FC Timor Leste.(dokumentasi pribadi)

Biak (ANTARA) - Mantan pemain PSBS Kabupaten Biak Numfor, Papua Joseph Koomi Komsoom memperkuat klub sepak bola Karketu Dili FC untuk mengarungi kompetisi liga profesional di negara Republik Demokratik Timor Leste.

"Saya sudah mengikat kontrak bermain untuk klub Karketu Dili FC, ya ini menjadi pengalaman bermain untuk liga sepak bola profesional Timor Leste," ungkap Joseph Koomsom saat dihubungi dari Biak, Jumat.

Joseph mengakui adanya kontrak bermain sepak bola di liga luar negeri menjadi satu kebanggaan karena telah membuktikan kualitas kemampuannya sebagai pesepak bola profesional yang siap membela klub Timor Leste.

Sejak resmi dikontrak bermain di liga sepak bola profesional Timor Leste, lanjut Joseph, ia telah berhasil meningkatkan peringkat klubnya pada kompetisi sepak bola di negara tetangga Republik Indonesia itu.

Sebagai pemain sepak bola profesional asal Ghana-Papua, menurut Joseph, ia sangat menghargai ikatan kontrak kerja untuk bermain di luar negeri, karena bisa membuktikan kualitas kemampuan bermain bola klub liga super Timor Leste.

"Saya sangat bahagia mendapat kontrak bermain di Timor Leste, apalagi ketika ia tidak lagi memperpanjang kontrak dengan PSBS, klub kebanggaan masyarakat Biak yang bermain di liga 2 sepak bola Indonesia," ujar Joseph yang juga pendiri klub SSB Black Star Biak..

Joseph berharap selama bermain di liga profesioal Timor Leste dapat memberikan penampilan terbaik sehingga dapat meraih prestasi bersama klub yang dibelanya Karketu Dili FC Dili.

Selain mengontrak eks pemain PSBS Biak, Karketu Dili FC juga mengontrak tiga pemain asli Papua, yakni Melky Wakerkwa, mantan pemain Liga 2 Indonesia, Persikabo Bogor. Naftali Heluka, mantan pemain Yahukimo FC serta Yance Wenda, mantan pemain Persipura.


Pewarta: Muhsidin

Pewarta: Muhsidin
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ferdinan, antara harapan dan impian tanpa batas

Komentar