counter

Menteri Desa janji bantu majukan desa di sekitar Bandara Kediri

Menteri Desa janji bantu majukan desa di sekitar Bandara Kediri

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo saat kunjungan kerja di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (31/8/2019). (Antara Jatim/ Asmaul Chusna)

Kediri (ANTARA) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo berjanji akan membantu ikut memajukan desa terutama yang di sekitar lokasi pembangunan bandar udara Kabupaten Kediri, agar potensi daerahnya bisa lebih berkembang.

"Nanti ada program bursa inovasi desa dimana kami akan buat desa-desa percontohan. Saya dengar ada empat desa di Kabupaten Kediri yang terkena daerah bandara (proyek pembangunan bandara). Jadi, empat desa ini saya pastikan akan dapat program desa percontohan, satu desa akan mendapatkan Rp1,5 miliar," katanya saat kunjungan kerja di Kediri, Jawa Timur, Sabtu.

Ia juga mendorong agar pihak desa membuat badan usaha milik desa (BUMDes). Pemerintah juga membantu memberikan dana bantuan sebesar Rp150 juta per BUMDes, guna membantu masyarakat untuk pemberdayaan ekonomi.
Baca juga: BUMDes Medowo Kediri digandeng untuk sejahterakan warga

Pengembangan BUMDes menjadi program prioritas, sebab diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. BUMDes dapat menjadi sumber penghasilan desa, yang nantinya dana desa bukan lagi jadi sumber utama pembangunan desa, melainkan hanya stimulus.

Dirinya juga mempunyai program pengembangan desa, dengan produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades). Nantinya bisa dibuat kluster ekonomi desa, dimana desa bisa mengembangkan potensi di daerahnya, apakah kluster ekonomi desa wisata, pertanian atau ekonomi kreatif.

Pada 2019 ini, ada 500 orang kepala desa, pengurus BUMDes, serta pendamping desa dikirim ke luar negeri. Mereka diajak untuk belajar di luar negeri tentang desa wisata, ekonomi yang terintegrasi, maupun ekonomi kreatif.

Pihaknya masih mengupayakan empat kepala desa dari empat desa di Kabupaten Kediri yang tanahnya akan dibangun bandar udara, sehingga bisa belajar melihat model kluster di luar negeri.

"Paling tidak tahun ini pasti akan berangkat. Tahun ini ada jatah 500, makanya nanti saya berbicara ke Bupati kebutuhannya apa, apakah belajar pertanian, pariwisata, ekonomi kreatif. Jadi, masih menunggu dari Ibu Bupati," kata Menteri Eko.
Baca juga: Sejahterakan warga, Kementerian BUMN perluas BUMNShop ke Sukabumi

Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019, pemerintah menargetkan mengentaskan 5.000 desa tertinggal menjadi desa berkembang dan meningkatkan 2.000 desa berkembang menjadi desa mandiri. Target tersebut terpenuhi pada 2018 bahkan melampaui angka yang ditetapkan dalam RPJMN yakni mencapai 6.518 desa tertinggal terentaskan menjadi desa berkembang dan 2.665 desa berkembang meningkat menjadi desa mandiri.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pemerintah provinsi mempunyai pekerjaan untuk penguatan SDM, ekonomi, serta konsolidasi sosial untuk seluruh desa.

"Beberapa pekan lalu sudah diumumkan Menteri Desa Tertingal, bahwa empat kabupaten tertinggal di Jawa Timur semuanya sudah lolos. Artinya di Jawa Timur tidak ada lagi kabupaten tertinggal. Ini tantangan bagi kami, kabupaten yang baru dinyatakan lolos dari kabupaten tertinggal betul-betul dapat penguatan dari sisi SDM, ekonomi, komunitas, konsolidasi sosial di antara seluruh warga di Jawa Timur," kata Gubernur Jatim.
Baca juga: Desa Sumowono mengelola aset untuk sejahterakan warga

Sejumlah menteri hadir di Kediri dalam kunjungan kerja percepatan pembangunan bandara Kediri dalam proyek strategis nasional. Menteri yang hadir antara lain Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Koordinator Maritim Luhut Binsar Panjaitan, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A. Djalil serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo.

Para menteri sempat bertemu dan dialog langsung dengan Forkopimda Kabupaten Kediri lalu ke Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Di tempat itu, para menteri juga dialog langsung terutama dengan warga yang tanahnya masih belum bersedia dibebaskan. Masyarakat diberi penjelasan bahwa pembebasan lahan untuk kepentingan umum.

Setelah dari SKB, rombongan melanjutkan perjalanan silaturahmi dengan para pengasuh Pondok Pesantren (PP) Lirboyo Kota Kediri serta ke PP Al Falah Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.
Baca juga: Kemendesa bangun komitmen sejahterakan desa

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar