Ribuan pesilat PSHT berziarah ke makam pendiri perguruan

Ribuan pesilat PSHT berziarah ke makam pendiri perguruan

Ilustrasi - Para pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) melakukan ziarah makam leluhurnya di Kota Madiun. Setiap datangnya tahun baru Islam 1 Muharram (Suroan), ribuan pesilat dari berbagai daerah melakukan ziarah ke makam leluhurnya di Madiun, karena perguruan silat PSHT berpusat di Madiun. (FOTO Siswowidodo/13/edy)

Madiun (ANTARA) - Ribuan pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dari berbagai daerah melakukan tradisi ziarah ke makam pendiri perguruan di Kota Madiun, Jawa Timur yang biasa dilaksanakan pada malam 1 "Suro" atau malam Tahun Baru Islam 1 Muharam, Sabtu malam.

Aktivitas ziarah makam tersebut dipantau langsung oleh Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu bersama jajaran gabungan dari unsur kepolisian, TNI, dan pemda.

Kapolres Nasrun mengatakan sejauh ini kegiatan ziarah makam tesebut berlangsung lancar dan damai. Seluruh pesilat yang masuk Kota Madiun sudah mengikuti aturan sesuai dengan pakta integritas dan kesepakatan bersama yang telah ditetapkan. Yakni masuk Kota Madiun dengan menggunakan kendaraan roda empat.

"Sejauh ini masih sangat kondusif, pesilat mematuhi aturan yang sudah disepakati bersama. Sempat ada beberapa yang naik roda dua dan akan masuk Kota Madiun, namun oleh petugas langsung dikembalikan," ujar AKBP Nasrun kepada wartawan di sela melakukan pemantauan malam Suroan.

Baca juga: Kepolisian dan Pemkot Madiun minta pesilat gelar "Suroan" aman

Baca juga: Ribuan pesilat di Madiun sepakat wujudkan tradisi "Suroan" damai

Baca juga: Kerja keras mewujudkan tradisi "Suroan" damai di Madiun


Menurut dia, pemantauan juga dilakukan dengan melibatkan petugas polres sekitar bagi para pesilat yang asalnya dari luar Kota Madiun. Hal itu karena jumlah pesertanya cukup banyak.

"Kami berkoordinasi juga dengan jajaran polres sekitar. Hal ini karena peserta sangat banyak dari berasal dari berbagai daerah di sekitar Kota Madiun," kata dia.

Kapolres Madiun Kota meminta peserta kegiatan nyekar atau ziarah makam tetap mematuhi ketentuan dan aturan yang sudah disepakati.

Seperti dketahui, berziarah ke makam leluhur telah menjadi rutinitas tahunan atau tradisi pada malam 1 Suro atau Tahun Baru Islam 1 Muharram. Dan kegiatan tersebut selalu dihadiri ribuan pendekar PSH Terate dari berbagai daerah.

Adapun tiga makam pendiri perguruan tersebut adalah, makam Ki Hardjo Oetomo di TPU Kelurahan Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo; makam RM Imam Koes Supangat di TPU Kelurahan Taman, Kecamatan Taman; dan makam Tarmadji Boedi Harsono di Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

Sementara, sesuai rencana, kegiatan Suroan oleh anggota Persaudaraan Setia Hati Terate dilaksanakan pada Sabtu tanggal 31 Agustus sampai dengan Jumat tanggal 6 September 2019. Sedangkan kegiatan Suran Agung oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHWTM) dilaksanakan pada Minggu tanggal 15 September 2019.
 

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tradisi bagi-bagi bubur suro di Masjid Al Mahmudiyah Palembang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar