Warga Polandia dan turis ikut Gemu Famire

Warga Polandia dan turis ikut Gemu Famire

Warga Polandia dan turis yang memenuhi Alun alun di tengah kota tua Krakow mengikuti flasmob tarian Gemu Famire pada acara Indonesia Kopi dan Festival Budaya yang di adakan alun-alun kota Krakow, selama dua hari Jumat dan Sabtu (30-31/8/2019). ANTARA/Zeynita Gibbons/am.

Krakow (ANTARA) - Lagu dan tarian Sajojo serta Gemu Famire menjadi salah satu acara andalan Fashmob dalam kegiatan promosi Indonesia di luar negeri oleh KBRI Warsawa.

Bahkan Deputi Walikota Krakow, Anna Korfel-Jasinska ikut menarikan gerakan Tarian Gemu Famire dengan lancar dan penuh semangat pada acara pembukaan Festival Kopi dan Budaya Indonesia yang di adakan alun-alun kota Krakow, selama dua hari Jumat dan Sabtu.

Korfel-Jasinska, yang Ikut berbaur dengan para penari dan musisi Indonesia dan pengunjung, mengikuti gerakan Gemu Famire yang dipandu anggota PPI Polandia. Gerakannya nyaris tanpa salah dan bahkan menjadi "pemandu" baru bagi pengunjung festival itu untuk ikut menari bersama.

Baca juga: Gamelan primadona di Warsawa Street Festival Dubes RI untuk Polandia Siti Nugraha Mauludiah mengatakan Tarian Sajojo dan Gemu Famire memiliki gerakan yang sederhana, tetapi dinamis serta energik. Dubes Indonesia  itu yang sering disapa Dubes Nining menyampaikan "bocoran" bahwa aksi tari Korfel-Jasinska di festival itu dilatarbelakangi oleh hobi pejabat daerah itu dalam menari.

Dubes Nining mengungkapkan juga keragaman budaya Indonesia adalah salah satu keunggulan Indonesia, dibandingkan negara-negara lainnya. Keragaman budaya tersebut dapat "dijual" dalam berbagai kesempatan promosi Indonesia di luar negeri.

Dalam festival itu juga ditampilkan kesenian Indonesia berupa musik gamelan dari kelompok Warsaw Gamelan yang anggotanya sebagian besar warga Polandia. Mereka tampil memukau publik Krakow serta wisatawan yang memenuhi alun-alun kota tua Krakow yang masuk dalam kategori "UNESCO World Heritage Site" dengan gedung-gedung dan cafe yang berada di sekeliling alun-alun kota.

Baca juga: KBRI Warsawa Gelar Pelatihan Batik Indonesia

Kelompok gGamelan Warsaw pimpinan David Martin menampilkan musik dari Banyumasan dan Semarangan, serta  mengiringi Tari Yapong yang dibawakan mantan penerima beasiswa Dharmasiswa yaitu Ilse Peralta Lopez dan Dennissee Peralta Matlingiewicz . Dennissee juga menampilkan tarian Tari Eka Prawira oleh Musik Banyumasan dan Semarangan oleh kelompok Warsaw Gamelan

“Saya sangat senang dan berterima kasih mendapat kesempatan untuk dapat mengisi acara di festival ini engan menampilkan Tari Cendrawasi,” ujar Ilse Peralta Lopez kepada Antara London.

Acara semakin meriah dengan tampilnya Tari Klana Topeng yang dibawakan Diah Anggraini Martin serta Jaipongan Manuk Dadali yang dibawakan Amelia Soraya Putri Zaeni dan Muhammad Mahardika Putra Zaeni.

Baca juga: KBRI Warsawa promosikan seni budaya Indonesia di Festival Saska Kepa

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar