Peringatan BPS Malang saat kemarau panjang

Peringatan BPS Malang saat kemarau panjang

Badan Pusat Statisti (BPS) Kota Malang. (ANTARA/Vicki Febrianto)

Kemarau yang panjang, bisa berdampak pada kenaikan harga pada kelompok bahan makanan
Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang menyatakan bahwa Pemerintah Kota Malang perlu mewaspadai adanya kenaikan bahan pangan khususnya pada saat terjadi musim kemarau panjang seperti saat ini.

Kepala BPS Kota Malang Sunaryo mengatakan bahwa pada saat kemarau panjang seperti yang sedang terjadi saat ini, bisa memberikan dampak terhadap kenaikan bahan pangan yang rentan terhadap kondisi cuaca.

"Kemarau yang panjang, bisa berdampak pada kenaikan harga pada kelompok bahan makanan," kata Sunaryo, di Kota Malang, Jawa Timur, Senin.

Sunaryo menjelaskan, meskipun diproyeksikan akan mengalami kenaikan harga dan berdampak terhadap inflasi Kota Malang pada September 2019, namun, diharapkan masih dalam batas normal dan wajar.

Menurut Sunaryo, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta Pemerintah Kota Malang bisa mengantisipasi kenaikan harga pada musim kemarau kali ini. Komoditas yang menunjukkan kenaikan pada Agustus 2019 adalah cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam ras.

"Akan tetapi, kenaikan tersebut kita harapkan masih dalam batas wajar," ujar Sunaryo.

Sebagai catatan, pada Agustus 2019, inflasi Kota Malang yang tercatat sebesar 0,19 persen salah satunya didorong dengan kenaikan harga cabai rawit sebesar 46,35 persen dan memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,14 persen.

Komoditas lain penyumbang inflasi Kota Malang yang masuk dalam kelompok bahan makanan adalah harga daging ayam ras naik sebesar 3,80 persen dengan andil 0,05 persen, dan cabai merah naik 4,10 persen dengan andil 0,01 persen.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Karangkates menyatakan bahwa puncak kemarau yang terjadi khususnya di wilayah Malang Raya terjadi pada Agustus, dan diperkirakan musim hujan baru akan dimulai pada Oktober 2019.

Musim penghujan pada 2019 umumnya mundur jika dibandingkan dengan periode selama 30 tahun ke belakang. Curah hujan diperkirakan berkisar antara 1.001 hingga 1.500 milimeter.

Baca juga: Kota Malang inflasi 0,19 persen Agustus 2019
Baca juga: Kenaikan harga cabai rawit beri andil terhadap inflasi Kota Malang


Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sepanjang 2019 Karhutla di Sultra seluas 1.438 hektar

Komentar