Persik Juarai Liga Jatim

Sidoarjo (ANTARA News) - Kesebelasan Persik Kediri merebut juara turnamen Liga Jatim keempat kalinya, setelah menundukkan Arema Malang dengan skor tipis 2-1 (1-0) pada laga final di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu malam. Sebelumnya, juara dua kali Liga Indonesia itu telah merebut juara turnamen serupa pada tahun 2002, 2004 dan 2006. Keberhasilan Persik pada turnamen Liga Jatim tahun ketujuh ini terbilang sempurna, karena sejak babak penyisihan hingga final tidak pernah tersentuh kekalahan. Selain itu, penyerang Persik asal Uruguay, Christian Gonzales juga dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak dengan 11 gol yang dibuat dalam delapan laga selama turnamen. Pada laga final lawan Arema, dua gol kemenangan "Macan Putih" masing-masing dilesakkan striker timnas Budi Sudarsono pada menit ke-18 dan Ronald Fagundes menit ke-72. Sementara gol balasan Arema dicetak Emile Bertrand Mbamba ketika babak kedua baru berjalan lima menit. Secara keseluruhan, laga Persik lawan Arema berlangsung ketat dan menarik, terutama pada babak kedua setelah Arema mampu menyamakan skor 1-1. Bahkan laga sedikit keras dan memaksa wasit Jimmy Napitulu mengeluarkan banyak kartu kuning untuk pemain kedua tim. "Ini hasil maksimal yang bisa diraih anak-anak dan saya cukup puas. Dalam kondisi kelelahan, anak-anak masih bisa mengimbangi lawan," kata pelatih Arema, Bambang Nurdiansyah usai pertandingan. Ia mengakui Persik lebih siap dibanding timnya yang masih dalam tahap pembentukan. "Saya sedang membangun sebuah tim baru, sementara Persik sudah lama terbentuk," tambahnya. Manajer Persik, Iwan Budianto mengaku puas dengan sukses yang diraih timnya, karena sejak awal sudah sangat yakin bisa kembali merebut juara. "Ini gelar keempat buat Persik dan kami sangat puas. Sejak babak penyisihan hingga final, seluruh pemain mampu menunjukkan penampilan yang konsisten," ujarnya. Iwan Budianto menambahkan keberhasilan ini bisa menjadi modal berharga untuk menghadapi kompetisi Liga Super Indonesia mendatang. (*)

Pewarta: anton
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2008

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar