Papua Terkini - Pertamina pastikan stok LPG di Jayapura aman

Papua Terkini - Pertamina pastikan stok LPG di Jayapura aman

Stok gas LPG baik untuk produk Brightgas ukuran 5.5 kilogram, tabung LPG 12 kilogram, dan 50 kilogram di salah satu outlet di Kota Jayapura, Papua. ANTARA/HO-Pertamina/aa.

Stok LPG rumah tangga untuk wilayah Jayapura yaitu 6.178 tabung dengan kecukupan 29 hari
Jayapura (ANTARA) - Pertamina MOR VIII Papua-Maluku memastikan stok LPG berbagai ukuran di Kota dan Kabupaten Jayapura terpantau dalam kondisi aman awal pekan ini pascasituasi tidak kondusif pekan lalu.

Pertamina memastikan masyarakat dapat memperoleh gas LPG baik untuk produk Brightgas ukuran 5,5 kilogram, tabung LPG 12 kilogram, dan 50 kilogram di 21 outlet yang tersebar di distrik-distrik Kota Jayapura dan Sentani, Kabupaten Jayapura.

Unit Manager Communication, Relations, & CSR Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua PT Pertamina (Persero), Brasto Galih Nugroho di Kota Jayapura, Selasa menyatakan bahwa stok LPG untuk wilayah Jayapura dapat mencukupi kebutuhan masyarakat hingga 29 hari kedepan.

Baca juga: Papua Terkini - Tidak ada demo lanjutan di Kota Jayapura

"Stok LPG rumah tangga untuk wilayah Jayapura yaitu 6.178 tabung dengan kecukupan 29 hari dan LPG non-rumah tangga yaitu 404 tabung dengan kecukupan 8 hari," kata Brasto.

"Stok LPG sudah tersedia di beberapa outlet LPG khususnya SPBU di distrik-distrik Kota dan Kabupaten Jayapura yaitu Distrik Abepura, Distrik Muara Tami, Distrik Heram, Distrik Jayapura Selatan, Distrik Jayapura Utara, dan Distrik Sentani," tambahnya.

Untuk memastikan penyaluran LPG berjalan dengan optimal, hari ini (3/9) pengiriman LPG dari agen akan dilakukan dengan pengawalan dari TNI.

Pertamina terus memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat dan mendukung proses pemulihan situasi kondusif di wilayah Jayapura.

Baca juga: Papua Terkini - SPBU di Kota Jayapura dijaga aparat keamanan
Baca juga: Papua Terkini- Fasilitas umum yang rusak saat rusuh segera diperbaiki

Pewarta: Alfian Rumagit
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar