counter

Papua Terkini - Bupati Jayawijaya panggil 40 kepala distrik

Papua Terkini - Bupati Jayawijaya panggil 40 kepala distrik

Bupati Jayawijaya Jhon R Banua. (ANTARA News Papua/Marius Frisson Yewun)

Wamena (ANTARA) - Bupati Jayawijaya, Provinsi Papua Jhon Richard Banua memanggil 40 kepala distrik terkait isu gangguan kamtibmas yang meresahkan warga.

Bupati Jhon Richard di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Selasa, mengaku sudah mengimbau kelapa distrik melakukan pertemuan dengan kepala kampung dan menginformasikan kepada masyarakat agar tidak termakan isu.

Baca juga: Dua tersangka kasus asrama mahasiswa Papua di Surabaya resmi ditahan

Baca juga: Syafii: Gunakan pendekatan psikoantropologi hadapi persoalan Papua

Baca juga: Panglima TNI dan Kapolri berkantor di Makodam XVII Cenderawasih


"Agar kepala kampung menyampaikan kepada masyarakat bahwa situasi apapun kita tidak bisa menerima langsung begitu tetapi kita harus mengajak masyarakat tidak terganggu isu," katanya.

Pada Senin (2/9) malam, bupati juga melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat, adat, gereja untuk membicarakan situasi kamtibmas.

Pada pertemuan itu bupati menjelaskan situasi pelajar Jayawijaya di kota Jayapura bahwa mereka dalam keadaan baik.

Jhon Banua mengatakan sudah bertemu wali kota Jayapura, tokoh paguyuban di Jayapura untuk memastikan situasi anak-anak Jayawijaya di Jayapura aman.

"Termasuk saya menjenguk anak yang luka, jadi saya harus menjelaskan kepada tokoh-tokoh kita yang ada di Wamena supaya paham dan tidak menjadikan masalah di Jayawijaya," katanya.

Jhon mengatakan dalam waktu dekat akan mengunjungi mahasiswa Jayawijaya yang berada di luar Papua untuk memastikan mereka aman.

Menurut dia mahasiswa Jayawijaya di Makassar mengaku tidak nyaman namun dia akan mengecek langsung.

"Saya tidak bisa menerima langsung laporan sepihak begitu, kami pemerintah akan mengecek langsung situasi anak-anak kita di sana," katanya.

Pewarta: Marius Frisson Yewun
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

LMA Jayawijaya pertemukan tokoh adat dan warga pendatang

Komentar