counter

Frisian Flag-Pergizi Pangan edukasi gizi 15.000 keluarga Indonesia

Frisian Flag-Pergizi Pangan edukasi gizi 15.000 keluarga Indonesia

Ketua Umum Pergizi Pangan Prof Hardinsyah (kiri) bersama Marketing Director Consumer Dairy Frisian Flag Indonesia Felicia Julian (kedua kiri) berbincang bersama keluarga publik figur Ersa Mayori dalam acara edukasi dan literasi gizi Indonesia Siap di Jakarta, Selasa (3/9/2019). (ANTARA/Aditya Ramadhan)

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan produsen susu PT Frisian Flag Indonesia bersama dengan Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan melakukan program edukasi dan literasi gizi untuk 15 ribu keluarga Indonesia dalam rangka upaya penurunan angka stunting atau kekerdilan pada anak.

Ketua Umum Pergizi Pangan Prof Dr Hardinsyah MS dalam peluncuran produk Frisian Flag Kompleta di Jakarta, Selasa, upaya yang akan dilakukan oleh Pergizi Pangan dan Frisian Flag yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat dengan memberikan edukasi dan literasi gizi.

"Pesan-pesan yang diberikan untuk perubahan perilaku masyarakat yang berkaitan dengan gizi. Memberdayakan orang tua agar mau mempelajari dan menambah pengetahuan gizi, edukasi tentang gizi untuk perubahan perilaku masyarakat yang lebih baik, dan gaya hidup bersih," kata Prof Hardinsyah.

Program edukasi dan literasi gizi dengan kampanye Indonesia Siap bertujuan untuk meningkatkan kesadaran gizi masyarakat, dan juga agar masyarakat lebih berinisiatif, aktif, dan peduli terhadap pengetahuan tentang gizi.

Menurut Hardinsyah yang juga merupakan guru besar Institut Pertanian Bogor, masalah gizi yang terjadi masyarakat Indonesia adalah kekurangan protein pada anak dan defisit zat besi pada remaja perempuan dan ibu hamil yang menyebabkan anemia serta potensi melahirkan anak stunting.

Dia menjelaskan kondisi malnutrisi pada anak akan memengaruhi kemampuan kognitif yang berakibat pada gangguan belajar dan gangguan produktivitas bekerja saat anak dewasa kelak.

Selain itu, malnutrisi pada anak juga menyebabkan gangguan pertumbuhan yang menjadikan anak pendek atau stunting. Malnutrisi juga membuat imunitas tubuh yang rendah sehingga mengakibatkan anak mudah sakit.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar 2018 Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi gizi kurang di Indonesia mencapai 17,7 persen dan angka kekerdilan pada anak atau stunting mencapai 30,8 persen. Sementara ibu hamil yang mengalami anemia karena kekurangan zat besi hampir separuh atau 48,9 persen.

Marketing Director Consumer Dairy Frisian Flag Indonesia Felicia Julian mengatakan kampanye Indonesia Siap yang akan memberikan edukasi dan literasi gizi pada 15 ribu keluarga Indonesia akan dilakukan di 128 titik lokasi pada 15 kabupaten-kota mulai dari Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Tujuan kampanye Indonesia Siap untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait gizi seperti porsi makan gizi seimbang dalam Isi Piringku yang telah dikampanyekan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, pengetahuan mengenai sumber pangan bergizi, dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menyebarkan pengetahuan tentang gizi.

Kampanye juga mengajak agar keluarga bisa berperan aktif sebagai agen perubahan dalam keluarga memenuhi kebutuhan gizi serta mewujudkan perilaku hidup sehat.

"Frisian Flag akan memfasilitasi, mengunjungi keluarga Indonesia di 15 kabupaten-kota, memberikan paparan literasi dan edukasi gizi, tentang nutrisi yang baik untuk kebutuhan," kata Felicia.

Dalam kampanye edukasi dan literasi gizi tersebut Frisian Flag Indonesia juga memperkenalkan produk susu bubuk dalam kemasan yaitu Frisian Flag Kompleta yang merupakan hasil kolaborasi dengan Pergizi Pangan.

Produk susu tersebut diformulasikan berdasarkan zat gizi yang dianjurkan oleh Pergizi Pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Indonesia. Salah satunya untuk memenuhi defisit protein dan zat besi yang menyebabkan malnutrisi dan anemia.

Prof Hardinsyah mengatakan formulasi produk susu anjuran dari Pergizi Pangan tersebut juga mematuhi regulasi pemerintah yang membatasi kadar gula, garam, dan lemak dengan menyajikan susu dengan kadar natrium dan gula yang rendah untuk anak-anak.

Hardinsyah mengatakan produk Frisian Flag Kompleta yang dipasarkan dengan harga terjangkau bisa menjadi pilihan produk gizi tambahan bagi masyarakat setelah memenuhi kebutuhan gizi pokok.

Baca juga: Anak jangan lewatkan sarapan, bisa ganggu perkembangan kognitif
Baca juga: Pergizi Pangan petisikan tempe sebagai warisan budaya


Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Angka stunting 27,67 persen, turun 3 persen dari 2018

Komentar