Vaksinasi efektif berikan kekebalan pada tubuh anak

Vaksinasi efektif berikan kekebalan pada tubuh anak

Ilustrasi - Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin difteri kepada murid TK di Kantor Kelurahan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (13/3/2018). ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

Purwokerto (ANTARA) - Dokter Spesialis Anak dr. Agus Fitrianto, mengingatkan para orang tua bahwa vaksinasi adalah cara paling efektif untuk memberikan kekebalan pada tubuh anak terhadap suatu penyakit berbahaya.

"Saya terus mengingatkan agar para orang tua jangan merasa takut atau ragu untuk memberikan imunisasi atau vaksinasi pada anak," katanya di Purwokerto, Selasa.

dr. Agus Fitrianto, Sp.A yang praktik di RSUD Prof Dr Margono Soekarjo, Kabupaten Banyumas, tersebut mengatakan vaksinasi merupakan suatu upaya untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit yang dapat menyebabkan kecacatan dan kematian. "Imunisasi juga bertujuan mencegah penyakit infeksi yang berbahaya sebelum penyakit tersebut menular di masyarakat," katanya.

Imunisasi menggunakan mekanisme pertahanan tubuh melalui sistem kekebalan spesifik terhadap penyakit tertentu.

"Ketika seorang anak mendapatkan vaksin imunisasi, tubuh akan membentuk imunitas melalui jalur yang sama seperti jika si anak terkena penyakit tersebut secara alami," katanya.

Baca juga: Campak-rubella serang 200 anak di Kepulauan Riau

Baca juga: 100 anak Riau cacat akibat sindrom rubella


Dengan demikian, kata dia, pada masa yang akan datang, jika anak tertular oleh penyakit tersebut, sistem kekebalan tubuhnya akan bereaksi cepat untuk melawan penyakit tersebut sebagai akibat dari pemberian vaksin pada masa lalu.

Dia juga mengingatkan imunisasi merupakan hak bagi anak Indonesia yang tertuang dalam UU Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

"Tidak memberikan imunisasi pada anak berarti telah menelantarkan hak dasar anak untuk memperoleh derajat kesehatan yang berkualitas," katanya.

Dia juga mengimbau para orang tua yang masih merasa takut atau ragu untuk mencari berbagai informasi yang dibutuhkan terkait dengan imunisasi.

"Jika masih galau tanyakan dan carilah informasi sebanyak-banyaknya pada ahlinya, yang memiliki ilmu dan kompetensi di bidang imunisasi," katanya.

Sementara itu, dia juga mengingatkan orang tua yang memiliki anak dalam rentang usia 0 hingga 2 tahun harus memastikan tumbuh kembang buah hati mereka terpantau secara rutin dan berkala.

"Pastikan memperhatikan tumbuh kembang anak balita secara teratur, bisa melalui posyandu atau periksa rutin ke dokter. Pastikan tumbuh kembangnya dipantau dan didokumentasikan di buku kesehatan anak," katanya.*

Baca juga: Kepulauan Meranti tunda imunisasi MR bagi anak muslim

Baca juga: 45.018 anak di Madiun akan divaksin difteri


Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar