counter

Saham-saham di Wall Street berguguran, investor pantau perang dagang

Saham-saham di Wall Street berguguran, investor pantau perang dagang

Illustrasi: Para pialang saham sedang bekerja di lantai bursa Wall Street, New York Stock Exchange, Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/pri

New York (ANTARA) - Saham-saham di Wall Street lebih rendah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena investor memantau perkembangan terbaru hubungan perdagangan Amerika Serikat dan China serta data terbaru ekonomi utama.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 285,26 poin atau 1,08 persen, menjadi ditutup di 26.118,02 poin. Indeks S&P 500 berkurang 20,19 poin atau 0,69 persen, menjadi berakhir di 2.906,27 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup melemah 88,72 poin atau 1,11 persen, menjadi 7.874,16 poin.

Selasa (3/9/2019) menandai hari perdagangan pertama setelah putaran terakhir kenaikan tarif antara Amerika Serikat dan China mulai berlaku pada 1 September.

China pada Senin (2/9/2019) mengumumkan bahwa mereka telah mengajukan kasus di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terhadap Amerika Serikat setelah penerapan tarif tambahan 15 persen yang dikenakan pada impor barang-barang dari China senilai 300 miliar dolar AS pada 1 September.

Tarif yang diberlakukan oleh Amerika Serikat sangat melanggar konsensus yang dicapai oleh kedua kepala negara di Osaka, Jepang, sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan mengatakan, menambahkan bahwa China sangat tidak puas dan dengan tegas menentang tarif.

Di bidang data ekonomi, ukuran manufaktur AS dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan sektor ini mengalami kontraksi pada Agustus.

Indeks Pembelian Manajer (PMI) manufaktur AS tercatat 49,1 persen pada Agustus, turun 2,1 poin persentase dari angka Juli, menurut Laporan tentang Bisnis Manufaktur ISM yang dirilis pada Selasa (3/9/2019).

Ketua Komite Survei Bisnis Manufaktur ISM Timothy Fiore mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa komentar dari panel tersebut mencerminkan penurunan kepercayaan bisnis yang nyata. Agustus melihat akhir dari ekspansi PMI yang membentang 35 bulan, dengan ekspansi melemah selama empat bulan terakhir. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Harga emas melonjak tertinggi, investor beralih beli aset aman

Baca juga: IHSG ditutup melemah, investor khawatir dampak eskalasi perang dagang

Baca juga: Rupiah Selasa sore kembali melemah, sentuh di atas Rp14.200


 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Batam berpotensi jadi pilihan investor merelokasi pabrik

Komentar