counter

PLN : Rasio elektrifikasi Jatim meningkat menjadi 98,67 persen

PLN : Rasio elektrifikasi Jatim meningkat menjadi 98,67 persen

Rasio elektrifikasi di wilayah Jawa Timur sudah mencapai 98,67 persen, sebut General Manager PT PLN (Persero) Jawa Timur, Bob Saril, Rabu (4/9/2019). (Antara / Abdul Malik Ibrahim)

Surabaya (ANTARA) - Rasio elektrifikasi di wilayah Jawa Timur saat ini sudah mencapai 98,67 persen dibandingkan sebelumnya Juni 2019 yang hanya 98,56 persen, sebut General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur, Bob Saril.

"Alhamdulillah kami sudah beberapa kali nambah, seperti Pulau Raas Madura yang kini sudah tersambung, dari potensi 1.500 pelanggan sudah sekitar 1.300 pelanggan yang teraliri," kata Bob Saril di Pasuran, Rabu.

Dia menambahkan rasio elektrifikasi sampai akhir tahun ini secara PLN dan non-PLN itu bisa mencapai 99 persen, dan semua masyarakat bisa menikmati listrik.

Baca juga: PLN Jatim targetkan rasio elektrifikasi 100 persen tahun 2020

Namun tetap kami dorong di akhir tahun itu sudah 100 persen," katanya.

Saril dalam kunjungannya ke salah satu pelanggan industri di Pasuruan, menargetkan sampai akhir tahun 2019 elektrifikasi atau tingkat penyaluran listrik di Jatim bisa merata hingga 100 persen yang disumbang PLN dan non-PLN.

Saril menjelaskan, upaya elektrifikasi di beberapa wilayah kepulauan di Madura sebelumnya sempat mengalami kendala, karena material listrik yang di bawah menggunakan kapal mengalami tenggelam, sehingga perlu dianggarkan atau dibeli ulang.

Baca juga: Wamen ESDM: Rasio elektrifikasi 99 persen pada 2020

"Ada tiga kepulauan yang hingga kini belum teraliri listrik di Madura, hal ini karena kapalnya tenggelam dan materialnya tenggelam sehingga harus dibeli ulang. Memang kendala utama adalah cuaca saat itu, selain itu warning dari Kesyahbandaran," tuturnya.

Ia mengatakan, upaya mendorong elektrifikasi 100 persen terus dilakukan PLN UID Jatim, salah satunya melalui bantuan dari Kementerian ESDM dengan memberikan listrik gratis bagi masyarakat miskin untuk, dengan total sekitar 3.000 pelanggan.

"Saat ini, yang paling penting mereka (warga miskin) bisa menikmati listrik, dari siapa pun bantuannya," katanya.

Sebelumnya, kata Saril, PLN UID Jatim juga telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah Madura, untuk mengalirkan listrik di delapan kepulauan wilayah setempat.

Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Provinsi Jawa Timur, Imam Asrori mengatakan, aliran listrik di delapan kepulauan wilayah Madura kini sudah bisa dinikmati.

Delapan kepulauan itu masing-masing Pulau Pagerungan Kecil, Pulau Tonduk, Pulau Paliyat, Pulau Sabuntan, Pulau Saubi, Pulau Goa-Goa, Pulau Sakala, dan Pulau Masakambing.

Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar