counter

Batan terus dorong lahirnya PPBT bidang pertanian

Batan terus dorong lahirnya PPBT bidang pertanian

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Anhar Riza Antariksawan mengunjungi Kedelai Corner Purbaya yang merupakan PPBT  produsen tahu dan tempe, yang dibina Batan dan Agro Techno Park Kabupaten Musi Rawas di Sumatera Selatan, Rabu (04/09/2019). (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Sumatera Selatan (ANTARA) - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) terus mendorong lahirnya perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT) bidang pertanian di daerah-daerah untuk meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat melalui pelatihan, pendampingan dan pembinaan yang dilakukan Agro Techno Park binaan Batan.

"Ujungnya kita memang berharap ada banyak startup banyak umkm yang tumbuh yang memanfaatkan hasil-hasil litbang (penelitian dan pengembangan," kata Kepala Batan Anhar Riza Antariksawan kepada wartawan usai panen raya padi varietas kahayan ciptaan Batan di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, Rabu.

Batan diberi amanah untuk mengelola tiga Agro Techno Park (ATP) dan satu science techno park. Tiga ATP tersebut berlokasi di Kabupaten Klaten di Jawa Tengah, Kabupaten Musi Rawas di Sumatra Selatan, dan Kabupaten Polewali Mandar di Sulawesi Barat. Sedangkan STP berlokasi di Kawasan Nuklir Batan di Pasar Jumat, Jakarta.

ATP tersebut mendiseminasikan hasil litbang Batan yang berguna bagi pengguna termasuk masyarakat sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi adalah usaha mikro, kecil, dan menengah berbasis teknologi yang berada pada tahap awal kelahirannya dan memerlukan berbagai dukungan untuk tumbuh.

Selain melakukan panen raya perdana varietas padi unggul Kahayan dan Tropiko yang merupakan program ATP Kabupaten Musi Rawas di Sumatera Selatan, Anhar juga melakukan kunjungan ke beberapa PPBT yang didampingi ATP Musi Rawas, yakni Kedelai Corner Purbaya yang merupakan PPBT produsen tahu dan tempe, dan PPBT produsen beras Kelompok Tani Satan Makmur I.

Kunjungan tersebut sekaligus untuk melihat kinerja PPBT, memberikan motivasi dan penguatan bagi PPBT untuk terus tumbuh dan berkembang serta berdampak bagi masyarakat dan daerah.

Kedelai Corner Purbaya menggunakan varietas kedelai Mutiara I yang diciptakan Batan dengan karakteristik unggul seperti biji kedelai yang lebih besar dan yang lebih berkualitas dari kedelai impor, air kedelai yang lebih banyak, dan produktivitas panen yang lebih tinggi.

Sejumlah pelatihan dan bantuan seperti manajemen bisnis, pengelolaan produksi dan peralatan juga diberikan Batan untuk memperkuat PPBT tersebut.

Anhar berharap ATP yang ada di tiga daerah tersebut akan terus mendorong terbentuknya PPBT yang menggunakan hasil litbang Batan sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat untuk kesejahteraan yang lebih meningkat.

Lagipula, keberadaan PPBT juga akan berkontribusi bagi pembukaan lapangan kerja untuk mebyerap tenaga kerja lokal serta meningkatkan pendapatan daerah.

***3***

 

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gandeng IAEA, STTN Batan perkenalkan nuklir di sekolah

Komentar