Bupati Sigi janjikan listrik menyala di Lindu akhir tahun

Bupati Sigi janjikan listrik menyala di Lindu akhir tahun

Ilustrasi- Pekerja tengah menyambungkan jaringan listrik di Sigi, Sulawesi Tengah. ANTARA/Basri Marzuki

Ini merupakan hadiah Natal bagi masyarakat Kristiani yang ada di wilayah Lindu
Sigi (ANTARA) - Bupati Sigi, Sulteng, Mohammad Irwan Lapata menjanjikan sebelum akhir 2019, daya listrik dari PT PLN (Persero) sudah menyala di Kecamatan Lindu, salah satu wilayah belum teraliri listrik.

"Kami akan berupaya agar warga Lindu bisa segera menikmati listrik PLN," katanya di Desa Bora, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulteng, Kamis.

Bupati Irwan mengatakan Pemkab Sigi akan memesan sekitar 1.000 lampu untuk penerangan jalan umum (PJU) yang 100 unit untuk Kecamatan Lindu.

"Mudah-mudahan saja bisa terealisasi dan ini merupakan hadiah Natal bagi masyarakat Kristiani yang ada di wilayah Lindu," kata dia.

Karena itu, Bupati berharap warga lima desa di Kecamatan Lindu yakni Puro'o, Langko, Tomado, Anca dan Olu untuk sedikit bersabar menanti masuknya penerangan listrik PLN di wilayah itu.

Selain listrik, tentu yang juga mendapat perhatian dari Pemkab Sigi adalah prasarana jalan menuju wilayah tersebut yang hingga kini terbilang masih sulit, terutama saat curah hujan tinggi, sering kali badan jalannya tertimbun material longsor dan menghambat arus lalu lintas kendaraan.

"Pokoknya Pemkab Sigi akan membuka seluruh wilayah-wilayah yang masih terisolasi karena ketiadaan prasarana jalan memadai dan juga penerangan listrik," ujarnya.

Sementara itu, sejumlah warga Lindu menyatakan kegembiraannya atas janji yang disampaikan Bupati Irwan Lapata itu.

"Kami tentu berharap bisa terealisasi sesuai dengan janji bupati," kata Apnel, seorang tokoh pemuda di Desa Tomado, Kecamatan Lindu.

Hal senada juga disampaikan Isak, seorang tokoh agama di Desa Olu, Kecamatan Lindu. Ia menyambut positif dan sangat berharap apa yang dikatakan bupati bisa terwujud.

Dia mengatakan selama bertahun-tahun warga di Kecamatan Lindu hanya menerangi rumah mereka pada malam hari dengan menggunakan lentera atau mesin genset.

Menurut dia, jika listrik PLN sudah masuk, niscaya akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat.

Apalagi di wilayah tersebut ada berbagai obyek wisata menarik dan termasuk unik seperti Danau Lindu, berbagai jenis satwa langka seperti monyet hitam, anoa, babi rusa, tarsius, burung elang Sulawesi dan endemik lokal yang hanya hidup dan berkembang biak di sekitar danau sehingga semakin menarik bagi para wisatawan berkunjung ke wilayah yang ada di sekitar kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL).

Jumlah penduduk di Kecamatan Lindu saat ini sekitar 7.000 jiwa dengan mata pencaharian utama adalah hasil pertanian, perkebunan dan perikanan danau berupa ikan mujair.

Ikan mujair asal Danau Lindu sudah cukup terkenal, karena memiliki rasa yang sangat berbeda dengan ikan mujair dari kolam atau danau lainnya di Sulteng.

Baca juga: Huntara di Palu, Sigi dan Donggala alami masalah listrik
Baca juga: Dana desa bisa digunakan untuk membangun pembangkit listrik

Baca juga: PLN genjot pembangunan kelistrikan desa di Sulteng

Pewarta: Anas Masa
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar