Kabut asap pekat selimuti Palembang akibatkan udara tidak sehat

Kabut asap pekat selimuti Palembang akibatkan udara tidak sehat

Tampak Jembatan Ampera tertutupi kabut asap, Kamis (5/9) (ANTARA/Aziz Munajar/19)

Palembang (ANTARA) - Kabut asap pekat menyelimuti Kota Palembang dan menyebabkan kualitas udara terpantau tidak sehat serta jarak pandang menjadi pendek di pagi hari.

Pantauan Antara, Kamis, pukul 06.00 WIB kabut asap nampak menutupi Jembatan Ampera dan mengganggu pandangan mata hingga jarak 100 meter, kabut asap juga nampak jarak pandang perahu yang melintas di Sungai Musi sehingga perlu berhati-hati.

"Perahu kami terpaksa melaju dengan kecepatan rendah karena jarak pandang di atas sungai hanya 50 meter," kata seorang pemiliki Perahu Ketek, Yusman.

Menurut dia cuaca kabut asap pekat sudah terjadi sejak dua hari terakhir, aktivitas perahu di Sungai Musi pun diamatinya cenderung sepi saat udara kabur, namun akan kembali normal menjelang siang.

Baca juga: BMKG minta waspadai smog pasca-hujan tiga hari terakhir di Sumsel

Sementara Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Bambang Benny Setiaji mengatakan kabut asap di Palembang tersebut berasal dari wilayah OKI.

"Kebakaran lahan yang berpeluang mengirim asap ke Kota Palembang yakni Banyu Asin I, Pampangan, Tulung Selapan, Pedamaran dan Mesuji di Kabupaten OKI," ujar Benny.

Fenomena kabut asap sendiri diindikasikan dengan kelembapan yang tinggi dengan partikel-partikel basah di udara, hal tersebut disebabkan kondisi langit pada malam hari tanpa awan mengakibatkan radiasi permukaan bumi lepas keluar dari atmosfer.

Akibatnya suhu di permukaan relatif dingin yakni 22-23 derajat celcius yang tercatat di Bandara SMB II, namun setelah matahari terbit keadaan udara akan relatif labil sehingga partikel basah (kabut) maupun kering (asap) akan terangkat naik dan jarak pandang akan menjadi lebih baik.

"Akan tetapi partikel kering (asap) yang pergerakannya diakibatkan angin horizontal akan tetap ada di permukaan dan kemungkinan mengganggu pernafasan," tambah Benny.

Kondisi tersebut akan terus berpotensi berlangsung dikarenakan berdasarkan model prakiraan cuaca BMKG tidak ada potensi hujan hingga tanggal 11 September 2019 di wilayah Sumatera Selatan.

Akibat semakin pekatnya kabut asap juga, kata dia, kualitas udara di Kota Palembang terpantau tidak sehat dengan nilai 105 sampai 196 µgram/m3 pada pukul 07.32 WIB, sedangkan jarak pandang terpendek mencapai 300 meter.

Selain itu BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini waspada potensi mudah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di sebagian wilayah Sumatera Selatan.

Baca juga: Dinkes Palembang imbau warga gunakan masker hindari asap

Baca juga: Satgas maksimalkan pembasahan lahan gambut Sumsel

 

Pewarta: Aziz Munajar
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kabut asap tak surutkan niat warga Palembang berolahraga

Komentar