counter

Pemerintah tawarkan obligasi tabungan ritel seri SBR008

Pemerintah tawarkan obligasi tabungan ritel seri SBR008

Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan Loto Srinaita Ginting saat peluncuran SBR008 di Jakarta, Kamis. (ANTARA/AstridFaidlatulHabibah)

Ini keistimewaannya, bisa naik tapi tidak bisa turun jadi semua resiko dikunci oleh pemerintah untuk investor ritel.
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah secara resmi menawarkan instrumen Surat Utang Negara (SUN) ritel yaitu obligasi tabungan ritel (Savings Bond Ritel/SBR) seri SBR008 yang ditujukan khusus kepada investor ritel domestik melalui online atau e-SBN sebagai upaya memperluas basis investor dalam negeri.

“Kalau kita memiliki atau berinvestasi di SBR jadi tidak saja menguntungkan karena aman tetapi juga terjangkau serta mendukung pembiayaan pembangunan,” kata Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan Loto Srinaita Ginting di Jakarta, Kamis.

Loto mengatakan bahwa tingkat kupon SBR008 sebesar 7,2 persen dan bersifat mengambang dengan tingkat kupon minimal (floating with floor) sehingga akan bergantung pada suku bunga acuan Bank Indonesia.

Ia menjelaskan penghitungan nilai kupon SBR008 sebesar 7,2 persen tersebut yaitu suku bunga acuan BI atau BI 7-days reverse repo rate yakni 5,5 persen ditambah dengan spread tetap sebesar 1,7 persen.

Loto pun menegaskan nilai 7,2 persen adalah batasan kupon minimal sehingga apabila suatu saat suku bunga acuan BI turun maka nilai tersebut akan tetap. Namun jika terjadi tekanan inflasi dan menyebabkan BI harus menaikkan suku bunganya maka akan ada kesempatan nilai SBR008 7,2 persen itu naik.

“Ini keistimewaannya, bisa naik tapi tidak bisa turun jadi semua resiko dikunci oleh pemerintah untuk investor ritel,” ujarnya.

SBR008 memiliki tenor dua tahun dan bisa dibeli dengan minimum pemesanan sebesar Rp1 juta hingga maksimal Rp3 miliar mulai Kamis (5/9) pukul 09.00 WIB sampai 19 September 2019 pukul 10.00 WIB

Proses pembelian tersebut dapat dilakukan secara online melalui aplikasi yang disediakan oleh pemerintah yaitu 22 mitra distribusi yang terdiri dari 13 bank umum, empat perusahaan sekuritas, tiga perusahaan efek khusus berbasis teknologi, dan dua perusahaan fintech peer to peer lending.

“Ada empat tahap ya, registrasi, pemesanan, pembayaran dan konfirmasi,” katanya Loto.

Loto menuturkan bahkan ada tambahan sebanyak tiga kanal pembayaran baru yaitu Bukalapak, Tokopedia, dan Finnet sehingga diharapkan masyarakat sudah semakin mudah dalam melakukan pembayaran SBR008.

“Baik itu berupa virtual account (VA) maupun kartu kredit yang difasilitasi ketiganya,” ujarnya.
Baca juga: OJK: Pemda pelajari proyek yang dibiayai dari obligasi daerah
Baca juga: Pemerintah pangkas pajak surat utang infrastruktur jadi lima persen

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ragam investasi bagi generasi milenial

Komentar