Diplomat Belanda sebut HAM elemen penting untuk stabilitas negara

Diplomat Belanda sebut HAM elemen penting untuk stabilitas negara

Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia Ardi Stoios-Braken (kiri) dan Wakil Indonesia untuk Komisi HAM Antarpemerintah ASEAN (AICHR) Yuyun Wahyuningrum (kanan) saat menandatangani perjanjian kerja sama perlindungan hak asasi manusia di Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, Kamis (5/9/2019). ANTARA/Azis Kurmala

Jakarta (ANTARA) - Diplomat Belanda di Indonesia Ardi Stoios-Braken mengatakan penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM) menjadi elemen penting untuk stabilitas maupun pembangunan suatu negara.

"Penghormatan terhadap hak asasi manusia menjadi hal yang sangat penting untuk stabilitas, pertumbuhan, perdagangan, dan kemakmuran," ujar Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia Ardi Stoios-Braken di Kedutaan Besar Belanda, Jakarta, Kamis.

Karena itu, Stoios-Braken mengatakan pemerintah Belanda terus mempromosikan dan melindungi HAM di level internasional.

Baca juga: Belanda, AICHR Indonesia sepakati kerja sama perlindungan HAM

"Fokus kami antara lain, kebebasan berekspresi, kebebasan beragama atau berkeyakinan, dan persamaan hak untuk semua," ujar Ardi Stoios-Braken.

Di Asia Tenggara, Belanda bekerja erat dengan Komisi HAM Antarpemerintah ASEAN (AICHR) dan perwakilan yang ditunjuk untuk melindungi dan mempromosikan hak asasi manusia di ASEAN.

Sebagai satu-satunya badan HAM di ASEAN, lembaga tersebut bertanggung jawab untuk memajukan hak asasi manusia secara regional.

Baca juga: Hassan : keanggotaan AICHR harus sertakan partisipasi masyarakat

"Belanda ingin tetap dekat dan terhubung dengan negara-negara di kawasan ini, terutama untuk bekerja sama dengan ASEAN dan status anggotanya untuk mengimplementasikan perjanjian hak asasi manusia dan Deklarasi ASEAN tentang Hak Asasi Manusia," kata dia.

Menurut Stoios-Braken, semangat itu juga dimiliki oleh AICHR Indonesia yang mempunyai tujuan utama untuk memastikan badan HAM kawasan tersebut dapat berkembang menjadi lembaga yang sepenuhnya bertanggung jawab, bertanggung jawab, efektif, dan mandiri.

"Saya berharap organisasi ini tidak hanya mempromosikan, tetapi juga melindungi hak asasi manusia," kata dia.

Baca juga: Wamenlu: komisi HAM antarpemerintah ASEAN harus independen




 

Pewarta: Azis Kurmala
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar