counter

Mgr Suharyo sebut penunjukan jadi kardinal sebagai tanda penghargaan

Mgr Suharyo sebut penunjukan jadi kardinal sebagai tanda penghargaan

(kiri-kanan) Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Romo Samuel Pangestu, Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo, dan Pastor Kepala Paroki Katedral Romo Hani R Hartoko dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (5/9/2019). (ANTARA/Anom Prihantoro)

Jakarta (ANTARA) - Uskup Agung Jakarta Monsinyur (Mgr) Ignatius Suharyo menyebut pengangkatannya sebagai kardinal oleh Paus Fransiskus sebagai tanda penghargaan kepada Indonesia.

"Saya diangkat sebagai tanda penghargaan. Ada pengakuan oleh Vatikan karena gereja Indonesia itu gerejanya hidup... Pengangkatan ini bukan prestasi saya tapi karena posisi Katholik Indonesia," kata Suharyo dalam jumpa pers di kantor Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Jakarta, Kamis.

Mgr Suharyo mengatakan bahwa dia beberapa kali bertemu dengan Paus Fransiskus dan pembantunya, serta mendengar bahwa mereka sangat menghargai harmoni kehidupan unsur lintas iman dalam masyarakat Indonesia.

Menurut dia, ada usaha-usaha dari Vatikan untuk memahami Indonesia sebagai negara Muslim terbesar. Ia mengatakan bahwa Islam di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri.

"Islam di Indonesia kurang dikenal. Saudara di Eropa ingin mengenal lebih lanjut," katanya.

Mgr Suharyo juga mengatakan dia lebih dulu mengetahui penunjukannya sebagai kardinal dari masyarakat ketimbang dari Vatikan.

Dia mengatakan bahwa saat ini dia belum resmi menjadi kardinal karena pengangkatan simbolik baru dilaksanakan pada 5 Oktober, dimajukan dari jadwal semula pada November.

Baca juga:
Paus Fransiskus pilih Mgr Ignatius Suharyo jadi kardinal
PGI apresiasi Mgr Ignatius Suharyo terpilih jadi kardinal di Vatikan

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar