counter

EF jadi salah satu juri Duta Bahasa Nasional 2019

EF jadi salah satu juri Duta Bahasa Nasional 2019

Pengkaji Kebahasaan dan Kesastraan Badan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ni Putu Ayu Widari M.Pd, Research & Development Advisor EF Indonesia Wendy George, dan Director of Corporate Affairs, EF Indonesia Juli Simatupang. (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Lembaga kursus Bahasa Inggris English First (EF) ditunjuk sebagai salah satu juri dalam program Duta Bahasa Nasional 2019 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Director of corporate affairs EF Indonesia, Juli Simatupang, mengatakan EF mengutus satu orang guru penutur asing untuk menjadi juri dalam acara puncak pemilihan duta bahasa tersebut. Juri itu akan menilai kemampuan bahasa asing para duta bahasa.

“Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik undangan dari Badan Pengembangan Bahasa Kemendikbud untuk berpartisipasi dalam penjurian pemilihan Duta Bahasa Nasional 2019, karena bagi kami hal ini merupakan bentuk keterbukaan dan kesempatan dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris para calon Duta Bahasa Nasional,” kata Juli dalam keterangan pers di Jakarta pada Kamis.

Baca juga: Kemendikbud : Generasi muda harus bangga gunakan Bahasa Indonesia

Sementara itu, pengkaji Kebahasaan dan Kesastraan Badan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ni Putu Ayu Widari, M.Pd, mengatakan penguasaan bahasa asing menjadi kompetensi yang sangat penting dimiliki oleh generasi muda Indonesia saat ini.

“Karena era globalisasi saat ini menuntut generasi muda untuk menjadi warga dunia. Pentingnya kemampuan berbahasa asing juga dimaksudkan untuk keperluan diplomasi lunak kenegaraan dan penginternasionalan bahasa Indonesia itu sendiri. Oleh karenanya, para Duta Bahasa Nasional harus mampu merealisasikan Trigatra Bahasa yaitu mengutamakan pemakaian bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing dalam bentuk kegiatan-kegiatan konkret di masyarakat,” katanya.

Program Duta Bahasa Nasional 2019 diikuti 62 peserta yang mewakili 34 provinsi di Indonesia dengan rentang usia antara 18 hingga 25 tahun.

Salah satu peserta, Dharma Rivaldo Huseini, mahasiswa tingkat akhir Universitas Indonesia yang terpilih sebagai Pasangan Terbaik I (Pertama) Duta Bahasa Nasional 2019 termotivasi mengikuti program Duta Bahasa katena kecintaannya membaca buku.

Valdo sapaan akrabnya, didapuk menjadi Abang None Buku atau Duta Baca dan Duta Perpustakaan untuk wilayah Jakarta Barat. Prestasi inilah yang mengantarnya mengikuti pemilihan Duta Bahasa yang diselenggarakan oleh Badan Bahasa. Dia menjelaskan bahwa program Duta Bahasa tidak hanya tentang Bahasa akan tetapi juga terkait literasi.

“Untuk saat ini, khususnya pada generasi milenial, tidak dapat dipungkiri kita terkena dampak dari era globalisasi. Bahasa asing memang sangat diperlukan, tapi yang perlu diingat adalah jangan sampai dengan adanya bahasa asing ini kita melupakan Bahasa Indonesia,” kata Valdo.

Wendy George, Research & Development Advisor EF Indonesia yang mewakili EF sebagai salah satu juri pada audisi Duta Bahasa Nasional mengatakan kemampuan berbahasa asing, terutama bahasa Inggris para peserta cukup baik

Baca juga: Duta pariwisata Barito Utara terkendala bahasa Inggris

Baca juga: Duta besar Inggris tantang putra-putri Papua studi S2

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar