Dirjen minta truk kelebihan dimensi segera dipotong

Dirjen minta truk kelebihan dimensi segera dipotong

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi. ANTARA/Juwita Trisna Rahayu/aa.

Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi meminta truk yang kelebihan dimensi untuk segera dilakukan normalisasi atau dipotong.

“Saya minta cepat atau lambat apa yang sudah menjadi penandaan oleh DKI itu segera dinormalisasi jadi dipotong untuk dam truck dan sejalan dengan aturan dan pada rapat hari Jumat kita lebih tegas lagi,” kata Budi saat mengunjungi perusahaan pemilik truk yang terlibat kecelakaan di Tol Cipularang, PT Jakarta Transindo Jaya di Jakarta, Kamis.

Ia juga akan mengumpulkan semua operator truk di Jakarta dan sekitarnya untuk upaya normalisasi truk tersebut.

“Dalam waktu dekat saya minta minggu depan semua operator kendaraan dam truk di Jakarta dan sekitarnya akan kita kumpulkan kemudian saya akan mencari titik temu kalau tidak langsung bisa dipotong kira-kira toleransinya bisa berapa lama. Intinya outputnya menormalisasi kan kembali mobil mobil dam truk,” katanya.

Untuk itu, Budi mengingatkan para operator untuk menggunakan mobil dan truk yang sesuai ketentuan (comply) dengan regulasi.

“Yang mau menggunakan dam truk kita harapkan gunakanlah mobil dam truk yang comply dengan regulasi kita, tidak ada tambahan dimensi kalau untuk sekarang tambahan dimensi itu 70 centimeter,” katanya.

Ia juga meminta operator truk untuk menghentikan sementara pemesanan bahan keramik di Karawang.

“Saya minta dihentikan sementara dan ternyata sudah dihentikan dan hari ini juga saya cek ke pabrik yang dia memberi order tanah untuk saya minta mulai perbaikan dan peduli terhadap keselamatan,” katanya.

Sebelumnya, truk yang terlibat dalam kecelakaan Tol Cipularang pada Senin (2/9) lalu diduga melanggar aturan terkait kelebihan muatan dan kelebihan dimensi (overdimension overload/ ODOL).

Kecelakaan tersebut melibatkan 21 kendaraan dan menewaskan delapan jiwa dan korban luka-luka lainnya.

Kecelakaan di Tol Cipularang KM 90-100 arah Jakarta seringkali terjadi mengingat jalur yang menurun dan cekung.

Baca juga: Truk pasir kecelakaan beruntun Cipularang langgar aturan ODOL
Baca juga: Kecelakaan Cipularang, Kemenhub bakal evaluasi aturan kecepatan di tol
Baca juga: Dishub Jabar mengaku rutin razia truk di Tol Cipularang


Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kominfo-Kemenhub sepakati kompetensi nelayan gunakan radio

Komentar