42 ribu warga Ternate ikut Kololi Kie

42 ribu warga Ternate ikut Kololi Kie

Sebanyak 42 ribu warga Ternate mengelilingi Gunung Gamalama dan bergandengan tangan atau gugu gia kololi kie. (ANTARA/Abdul Fatah)

Ternate (ANTARA) - Sebanyak 42 ribu warga Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) mengelilingi Gunung Gamalama dan bergandengan tangan atau gugu gia kololi kie dalam memeriahkan Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) sekaligus meraih meraih rekor Muse​um Rekor Indonesia (MURI).​​​​​​
 
Sebanyak 42 ribu warga Ternate mengelilingi Gunung Gamalama dan meraih Rekor MURI dunia yang diserahkan langsung Manager MURI Triyono ke Wali Kota Ternate, Burhan Abdurahman (ANTARA/Abdul Fatah)


"Kegiatan sakral yang pertama kalinya digelar di dunia dan diikuti 42 ribu warga Ternate bersama-sama bergandeng tangan memeluk Gunung Gamalama bersama Jaringan Kota Ternate yang memiliki kreatifitas dan inovatif," kata Wali Kota Ternate, Burhan Abdurahman usai menerima Rekor MURI di Benteng Ford Oranye Ternate, Jumat.

Menurut Wali Kota, penghargaan Ini merupakan rekor MURI kelima yang diraih Kota Ternate dengan berbagai inovasi dan kreatifitasnya.

Baca juga: Ridwan Kamil berbagi ilmu ekonomi kreatif di Ternate

Baca juga: Gempa bermagnitudo 5,0 melanda Barat Daya Ternate


Selain itu, kata Wali Kota, acara bergandeng tangan memeluk gunung Gamalama ini memiliki filosofi dan ungkapan dari Kota Ternate merajut kebersamaan melalui persatuan dan kesatuan, menunjukkan berbeda agama, suku, budaya dan RAS, namun tetap satu dalam bingkai NKRI.

Dia menyebut, Ternate sebagai kota kecil dengan 42 km persegi dengan 214 ribu jiwa, namun tercatat sebanyak 42 ribu warga dari beragam suku, agama dan budaya berkumpul dengan berpegangan tangan mengelilingi Gunung Gamalama.

Olehnya itu, dengan adanya kegiatan ICCF yang dihadiri berbagai paguyuban tersebar di Indonesia, telah meramaikan kegiatan Gugu Gia Kololi Kie atau berpegangan tangan mengelilingi gunung yang diadakan pada tanggal 2 hingga 7 September 2019.

Dalam kegiatan ini dihadiri oleh beberapa yakni, Polamangondo, Ambon, Malang, Sorong, Surabaya, Jawa Barat, Bandung, Komunitas Batavia Jakarta atau Mangga Rai dan hal ini tercermin dari parade budaya yang diikuti berbagai komunitas paguyuban dari berbagai daerah seperti Minang, Sumatera Barat, Bugis-Makassar, Jawa-Tondano Sulawesi, Komunitas Sumatera, Jawa dan Ambon meramaikan.

Dia menyatakan, ICCF berlangsung di Ternate ini dihadiri 15 kepala daerah dan mereka telah mempresentasikan keberhasilan dan potensi wisata yang digarap daerah.

Sejumlah 11 bupati/walikota yang hadir diantaranya Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Wali Kota Pariaman Genius Umar, Walikota Padang Panjang, Mahyeldi Ansharullahm Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud, Bupati Sleman Sri Purnomo dan Wakil Bupati Sumba Barat Marthen Ngailu Toni dan tiga gubernur yakni Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Gubernur Riau Syamsuar dan Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba.

Walikota Burhan Abdurahman menambahkan, Ternate memiliki sejarah yang akan dilestarikan untuk menjadikan kota wisata sejarah dengan menyiapkan rumah miniatur Wallace akan dibangun, merevitalisasi benteng Ford Oranye sebagai kawasan bagi komunitas kreatif, sekitar 15 ribu wisatawan akan datang ke Malut Sail Tidore.*

Baca juga: Penyelenggaraan ICCF di Ternate dimanfaatkan untuk promosi UKM

Baca juga: Asosiasi peternakan ayam di Ternate dikukuhkan

Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gempa di Maluku Utara rusak 30 rumah di Pulau Batang Dua

Komentar