Info Haji

Setiba di Tanah Air Tim Kesehatan Haji tetap pantau kesehatan jamaah

Setiba di Tanah Air Tim Kesehatan Haji tetap pantau kesehatan jamaah

Jamaah haji Kalimantan Selatan haji usai melempar jumrah pada musim haji 2019. (FOTO ANTARA/Imam Hanafi)

Pemantauan kesehatan itu dilakukan 14 hari hingga  21 hari setelah tiba di Tanah Air,
Banjarmasin (ANTARA) - Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD) akan tetap melakukan pemantauan terhadap jamaah haji, termasuk kelompok terbang (kloter) 9 Embarkasi Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang baru tiba di Tanah Air, sebagai upaya mengantisipasi penyebaran penyakit berbahaya.

Ketua Kelompok Terbang (kloter) 9 Embarkasi Banjarmasin H Mansur, didampingi Tim Kesehatan Haji dr Aswin, Jumat, di banjarmasin mengatakan jamaah harus melaporkan diri apabila kondisi tubuhnya terjadi perubahan suhu badan panas atau demam tinggi.

"Jamaah yang suhu badannya demam harus memeriksakan kesehatannya ke puskesmas masing-masing," katanya.

Selain dilakukan pengobatan, kata dia, hal itu juga untuk memudahkan petugas kesehatan melakukan pemantauan secara intensif terhadap jamaah yang mengalami demam tinggi tersebut.

"Pemantauan kesehatan itu dilakukan 14 hari hingga  21 hari setelah tiba di Tanah Air," katanya.

Dalam upaya membantu dalam penanganan kesehatan tersebut, katanya, Kementerian Kesehatan melalui Tim Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan juga membagikan lembaran dalam mewaspadai penyakit meningitis meningokokus, Mers-Cov dan Ebola kepada semua jamaah haji kloter 9 yang sudah tiba di Debarkasi Banjarmasin pada Selasa (3/9) dini hari sekitar pukul 03.30 WITA.

Jamaah haji yang tergabung dalam kloter 9 dan berjumlah sekitar 323 orang tersebut terdiri atas jamaah asal Kabupaten Kotabaru, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dan Kota Banjarmasin.

Sebelumnya, di Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Ahad (18/8), Sekretaris Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan  Ahmad Yulianto mengatakan perkembangan kondisi kesehatan jamaah haji setiba di Tanah Air hingga daerah masing-masing tetap dipantau untuk mengantisipasi terbawanya suatu penyakit ke Indonesia.

"Pemantauan jamaah haji sejak awal kedatangan, dan setibanya di debarkasi, suhu tubuhnya langsung dipantau dengan alat thermo scanner," katanya.

Pemerintah Indonesia, katanya,  tidak ingin kecolongan terhadap masuknya suatu virus atau penyakit ke Indonesia melalui jamaah haji sehingga setiap haji yang tiba di Tanah Air akan terus dipantau kesehatannya.


Baca juga: Mulai 20 Agustus jamaah haji Embarkasi Banjarmasin mulai dipulangkan

Baca juga: Jamaah haji Kalsel yang sudah pulang hampir mencapai 2.000

Baca juga: Seorang lagi jemaah haji Kalsel wafat

 

Pewarta: Imam Hanafi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sampah plastik di Kota Mataram jadi tabungan haji

Komentar