Satgas Air Bersih Aetra siapkan lima mobil tangki

Satgas Air Bersih Aetra siapkan lima mobil tangki

Arsip Pekerja mengisi air bersih yang bersumber dari PAM Jaya ke jerigen untuk dijual di kawasan Muara Angke, Jakarta, Senin (22/7/2019). Pemerintah Administrasi Kota Jakarta Utara menyatakan bahwa pasokan air bersih selama musim kemarau yang bersumber dari PAM Jaya dan Aetra masih pada level aman. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww)

Rencananya karena regulator soal air ini masih ditangani PD PAM, jadi kami kerja sama dengan PD PAM nanti akan menyiapkan depo-depo air bersih itu di lokasi yang kering itu, melalui tangki dan mobil-mobil yang keliling nanti nyamperin ke lokasi-lokas
Jakarta (ANTARA) - Sebagai antisipasi menghadapi kekeringan Pemprov DKI Jakarta membentuk Satuan Tugas Air Bersih dengan melibatkan berbagai pemasok air minum di Jakarta, salah satunya PT Aetra Air Jakarta yang menyebut telah menyiapkan lima mobil tangki air berkapasitas ribuan liter.

"Untuk dalam Satgas tersebut, kami menyiapkan sebanyak lima unit mobil tangki untuk menyuplai air bersih yang dibutuhkan masyarakat," kata Manajer Komunikasi Perusahaan dan Pelanggan PT Aetra Air Jakarta, Asterina Veracia, saat dihubungi Antara di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Anies minta warga bersiap hadapi kemarau panjang dengan hemat air

Baca juga: BPBD DKI Jakarta siap pasok air bersih bagi warga

Baca juga: BMKG imbau warga DKI Jakarta bijak gunakan air

Baca juga: DKI pertimbangkan hujan buatan atasi musim kemarau


Lima unit mobil tangki yang disediakan oleh pihaknya tersebut, kata Vera, untuk sementara mencukupi sebagai antisipasi kekeringan di wilayah kerja Aetra, yakni di Jakarta Timur.

"Hingga saat ini belum ada permintaan di area pelayanan Aetra, kalau dibutuhkan bisa disediakan," ujar Vera.

Vera menyebutkan selain suplai air bagi antisipasi kekeringan, Aetra juga memberikan jaminan pada para pelanggannya yang mencapai sekitar 457 pelanggan.

"Untuk saat ini, Aetra menjamin suplai pada para pelanggan selama musim kemarau. Debit air saat ini sekitar 10.800 liter per sekon yang sangat cukup bagi pelanggan," ucap Vera.

Kesiapan Aetra dalam menghadapi kekeringan juga, sebelumnya disampaikan Presiden Direktur PT Aetra Air Jakarta, Edy Hari Sasono, yang mengatakan pihaknya sudah bersiap ketika diminta ikut andil dalam satgas air bersih DKI selepas ditetapkannya status awas kekeringan di beberapa wilayah.

Edy memaparkan, bantuan yang disiapkan pihaknya adalah menyiagakan mobil-mobil tangki air miliknya yang akan dikirim bila ada wilayah yang kesulitan air bersih pada musim kemarau ini.

Sejauh ini, Aetra terus berkoordinasi dengan Pemprov DKI melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) dan PAM Jaya untuk memberikan penanganan awal dalam setiap kejadian yang menimpa warga Jakarta.

"Kami siapkan mobil tangki, perlunya berapa kami siap. Akan langsung kami kirim. Yang jelas dalam kondisi kondisi darurat, kami sudah siap. Untuk pasokan bagi pelanggan sebanyak 457 ribu, masih sangat mencukupi," ujar Edy, Kamis (5/9).

Edy menambahkan, selain kesiapan mendukung Pemprov DKI, pihaknya juga meyakinkan warga akan air bersih yang selama ini dikelola. Pasalnya saat ini PT Aetra telah memperoleh sertifikasi sistem jaminan halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Itu salah satu cara kami untuk meyakinkan pelanggan dengan memberikan kualitas yang lebih, mereka akan lebih percaya," ucapnya.

Halalnya air yang dikelola itu, kata Edy, setelah melalui berbagai macam tahap pemeriksaan. Ada 11 kriteria yang dinilai untuk mendapat sertifikat jaminan halal itu.

"Karena semua itu diperiksa, mulai dari bahan, produk, fasilitas produksi, prosedur tertulis, kemampuan telusur, audit internal dan kaji ulang manajemen," ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Juaini Yusuf, menyebut beberapa kecamatan di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara yang sudah berada di titik merah mengalami kekeringan. Untuk mengantisipasi bencana kekeringan itu, pihaknya bersama stakeholder terkait bakal melakukan mobilisasi air di tempat-tempat yang mengalami kekeringan.

"Rencananya karena regulator soal air ini masih ditangani PD PAM, jadi kami kerja sama dengan PD PAM nanti akan menyiapkan depo-depo air bersih itu di lokasi yang kering itu, melalui tangki dan mobil-mobil yang keliling nanti nyamperin ke lokasi-lokasi kekurangan air," ucapnya.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hujan mulai turun, BPBD hentikan droping air

Komentar