Denmark bahas misi AL di Hormuz dengan sekutu Eropa

Denmark bahas misi AL di Hormuz dengan sekutu Eropa

Sterett Destroyer mengawal kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln (CVN 72) saat melakukan transit di Selat Hormuz, Selasa (14/2). (REUTERS/Jumana El Heloueh)

Kopenhagen (ANTARA) - Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengatakan pada Jumat pihaknya mengadakan pembicaraan dengan sejumlah sekutu Eropa mengenai misi angkatan laut internasional untuk menjamin pelayaran yang aman melalui Selat Hormuz.

"Kami ingin bicarakan kemungkinan sumbangan Angkatan Laut Denmark dalam usaha internasional yang dipimpin Eropa," kata PM Frederiksen. "Kami sedang berdialog dengan sejumlah negara Eropa mengenai bagaimana usaha seperti itu dapat diadakan."

Prancis telah mengajukan sebuah alternatif Eropa setelah tak ikut bergabung dalam koalisi pimpinan Amerika Serikat untuk melindungi tanker-tanker minyak dan kapal-kapal kargo dari ancaman yang dilakukan Iran di Selat Hormuz.

Menteri Pertahanan AS Mark Esper dan rekan sejawatnya dari Prancis akan membahas pada Sabtu mengenai bagaimana AL Prancis dapat berkoordinasi dengan Washington guna menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

"Ketika terkait dengan Selat Hormuz, kami memandangnya dengan bijak, dan sejumlah negara Eropa juga begitu, bahwa kami berusaha dan menciptakan operasi yang dipimpin Eropa, yang jangan dianggap sebagai alternatif atas kehadiran Amerika tetapi pelengkap," kata Frederiksen.

Denmark juga akan menambah sekitar 700 prajurit, sebuah kapal frigat dan empat pesawat tempur ke pasukan NATO, kata Menteri Trine Bramsen dalam taklimat tersebut.

Selain itu, negara itu akan mengirim sebuah kapal frigat untuk mendukung kapal induk AS di Atlantik Utara dan Laut Tengah mulai awal tahun depan, ujarnya.

Sumber: Reuters


Baca juga: AS, Prancis akan bahas koordinasi AL di Selat Hormuz
Baca juga: Lindungi tanker, Korsel turut kerahkan unit AL ke Selat Hormuz
Baca juga: Denmark dukungan usul Inggris tentang misi kelautan di Hormuz

Penerjemah: Mohamad Anthoni
Editor: Maria D Andriana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar