counter

Armudji ambil formulir pendaftaran Cawawali Surabaya di PDI Perjuangan

Armudji ambil formulir pendaftaran Cawawali Surabaya di PDI Perjuangan

Ketua DPRD Kota Surabaya periode 2014-2019 Armudji (kanan) mengambil formulir pendaftaran bakal Calon Wakil Wali Kota Surabaya di kantor DPC PDI Perjuangan Jalan Setail Nomor 08 Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (6/9/2019). (istimewa)

Surabaya (ANTARA) - Ketua DPRD Kota Surabaya periode 2014-2019 dan kini anggota DPRD Jatim, Armudji mengambil formulir pendaftaran bakal Calon Wakil Wali Kota Surabaya untuk persiapan maju Pilkada Surabaya 2020 di kantor DPC PDI Perjuangan Jalan Setail Nomor 08 Kota Surabaya, Jawa Timur.

"Saya sudah ambil formulir pendaftaran kemarin (6/9)," kata Armudji kepada ANTARA di Surabaya, Sabtu.

Diketahui Armudji merupakan pendaftar pertama setelah DPC PDI Perjuangan Surabaya membuka pendaftaran bakal cawali dan cawawali Surabaya. Sedangkan untuk pendaftaran selanjutnya adalah Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya periode 2014-2019 sekaligus Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana yang rencananya akan mendaftar pada Minggu (8/9).

Armudji mendapat dukungan 136.308 suara atau peraih suara terbanyak di daerah pemilihan Jatim 1 (Surabaya-Sidoarjo) saat menjadi caleg DPRD Jatim dalam Pemilu Legislatif 2019. Dukungan suara yang didapatkan Armudji bisa menjadi modal untuk maju sebagai cawawali.

Baca juga: KPU Surabaya berharap anggaran Pilkada Surabaya 2020 cair

Baca juga: Penyerahan syarat dukungan Bacawali Surabaya perseorangan 11 Desember

Baca juga: Samuel Teguh Santoso deklarasi Cawali Surabaya 2020 jalur independen


Adapun visi Armudji maju sebagai Cawawali Surabaya melalui PDI Perjuangan adalah terciptanya masyarakat Kota Surabaya yang sejahtera, mandiri, dan berkeadilan.

Sedangkan misinya adalah mewujudkan pemerintahan bersih, efektif, inovatif, transparan, dan demokratis dan terus mengikis potensi-potensi korupsi, kolusi, dan nepotisme, menyiapkan sumber daya manusia unggul dan mampu berkompetisi secara global, terciptanya pemerataan pembangunan dan pengurangan kesenjangan wilayah, tersedianya infrastruktur publik yang memadai, terkoneksi, dan terintegrasi.

Selain itu, tersedianya pendidikan gratis 12 tahun dan meningkatkan kualitas pendidikan yang memiliki daya saing global, meningkatkan pelayanan kesehatan dasar yang bermutu dan menjangkau semua lapisan masyarakat, menghidupkan perekonomian kerakyatan yang berkeadilan dan bergotong royong, menguatkan partisipasi publik untuk membangun kemajuan dan kemandirian Kota Surabaya.

"Memperkokoh kerukunan kehidupan beragama dan budaya, menciptakan dunia usaha dan investasi yang berkeadilan, mengembangkan potensi wisata secara serius menuju peningkatan ekonomi rakyat dan menyediakan angkutan massal yang murah, cepat, dan terkoneksi," ujarnya.

Anggota DPRD Jatim ini sebelumnya menyatakan siap berpasangan dengan Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi di Pilkada Surabaya 2020. Selain itu, Armudji juga siap mundur sebagai anggota DPRD Jatim.

Menurut Armudji, keinginannya maju Pilkada Surabaya karena namanya bersama Eri Cahyadi masuk dalam survei internal yang digelar DPP PDI Perjuangan. Keputusan menggandeng Eri Cahyadi dikarenakan Eri merupakan birokrat sukses yang merupakan representasi dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Surabaya Consulting Group (SCG) menilai pasangan Cawali dan Cawawali Surabaya Armudji-Eri Cahyadi atau sebaliknya merupakan kombinasi politikus dan birokrat, seperti fatsun yang dijalani oleh PDI Perjuangan paling tidak dalam tiga Pilkada terakhir di Surabaya.

"Tentunya akan sangat menarik karena merupakan kombinasi politisi dan birokrat," kata Direktur Eksekutif Surabaya Consulting Group (SCG) Didik Prasetiyono.

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dua Cagub Jatim gunakan hak pilih di Surabaya

Komentar