counter

JCIT gelar program pendidikan bagi anak tak mampu di Jakarta Utara

JCIT gelar program pendidikan bagi anak tak mampu di Jakarta Utara

PT Jakarta International Terminal Container (JICT) untuk yang ketiga kalinya memperoleh penghargaan dalam Indonesian Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2019 (Foto ist)

Jakarta (ANTARA) - PT Jakarta International Container Terminal (JICT), perusahaan yang bergerak di bidang layanan bongkar muat peti kemas di Tanjung Priok, berkomitmen untuk terus menggelar program pendidikan bagi anak-anak tidak mampu di Jakata Utara.

"Kami peduli terhadap pendidikan anak-anak di Jakarta Utara sehingga program 'Rumah Belajar JICT' ini akan dibuat berkesinambungan," kata Presiden Direktur PT JICT Gunta Prabawa di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: JICT jadikan pendidikan sebagai program utama CSR

Menurut Gunta, program yang diselenggarakan sejak tahun 2008 difokuskan pada pengembangan mutu pendidikan bagi masyarakat di lingkungan perusahaan.

Programnya, menurut Gunta, tidak hanya terpusat pada kegiatan belajar mengajar di sekolah tapi juga pelatihan keterampilan bagi para tenaga pendidik, mulai dari usia prasekolah hingga tingkat sekolah lanjutan tingkat atas atau yang sederajat.

Baca juga: Menjadi mandiri melalui rumah belajar JICT

"Anak anak putus sekolah di wilayah Jakarta Utara juga mendapat perhatian khusus dari kami. Mereka mendapat kesempatan kembali belajar untuk mengikuti ujian persamaan nasional untuk mendapat ijazah SD, SMP, dan SMA melalui ujian paket kesetaraan A, B, dan C," katanya.

Menurut Gunta, Rumah Belajar JICT dan Green Dock School merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibitliy/ CSR).

Bahkan program ini sudah ketiga kalinya, memperoleh penghargaan dalam Indonesian Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2019 untuk kategori perusahaan yang CSR-nya peduli pada pendidikan berkualitas sesuai dengan SDGs 4 dari Corporate Forum for Community Development (CFCD).

Gunta mengatakan JICT sejak awal bersungguh-sungguh menjalankan program CSR bahkan dalam sepuluh tahun terakhir tidak semata-mata dalam konteks "corporate philanthropy" tetapi juga mengarah pada spirit "corporate citizenship" dalam rangka mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial melalui program dan aksi nyata yang berkelanjutan.

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hari ke-8 proses evakuasi SAR terjunkan 1.324 personel

Komentar