Kolaborasi manis Mocca dan Ardhito Pramono di panggung Soundrenaline

Oleh Nanien Yuniar

Kolaborasi manis Mocca dan Ardhito Pramono di panggung Soundrenaline

Mocca dan Ardhito Pramono berkolaborasi di Soundrenaline 2019, Garuda Wisnu Kencana, Bali, Minggu (8/9/2019). ANTARA/Nanien Yuniar/am.

Badung, Bali (ANTARA) - Dimulai dari proyek setengah serius yang mendapat respons positif, kolaborasi antara grup band Mocca dan solois Ardhito Pramono akhirnya ditampilkan perdana di panggung besar festival musik Soundrenaline 2019.

Debut album Mocca rilis pada 2002, sedangkan Ardhito baru meluncurkan karyanya 15 tahun kemudian. Duet musisi lintas generasi itu menjadi penutup Soundrenaline di kawasan Garuda Wisnu Kencana, Badung, Bali, yang berakhir pada Senin dini hari.

"Pertemuan pertama kami di radio, pas lagi interview Mocca, kami ngobrol lalu tiba-tiba Riko main 'Bitter Love', gue balik nyanyi 'On The Night Like This' lalu kami pikir bagaimana kalau proyek ini lanjut? Dan akhirnya sampai ke Soundrenaline," tutur Ardhito sebelum manggung.

Buat penyanyi 24 tahun itu, Mocca adalah salah satu band yang memengaruhi musikalitasnya. Lagu-lagu Mocca yang menemani perjalanan hidupnya jadi sebuah "jembatan tak terlihat", demikian analogi yang disebut Ardhito, dalam menjalin chemistry saat berkolaborasi meski jam terbang mereka berbeda.

Riko, gitaris Mocca, mengatakan grup band asal Bandung dan solois yang sedang naik daun itu mengusung genre musik yang mirip, bahkan lagu yang mereka kolaborasikan setelah dikulik rupanya punya nada (chord) yang sama.

Baca juga: Project Pop suguhkan nostalgia, komedi, dangdut dalam Soundrenaline

Dini hari tadi, penonton menyaksikan "Happy Superstar" gabungan lagu ceria dari Mocca dan Ardhito yang diracik harmonis, nyaris tidak terasa seperti dua lagu berbeda.

Pertunjukan dibuka jelang tengah malam, Minggu (8/9), dengan "This Conversation" di mana suara vokalis Mocca Arina dan Ardhito yang sekaligus bermain keyboard, terdengar begitu padu.

Sesuai dengan nuansa Bali yang identik dengan pantai, para personel Mocca dan band pengiring Ardhito mengenakan kemeja berbahan ringan dengan motif ala Hawaii.

Arina memakai gaun santai motif bunga-bunga dengan rambut digerai, sedangkan Ardhito tampil kasual dengan celana pendek dipadu kemeja.

"Terima kasih yang sudah begadang, semoga masih ada energi untuk bersenang-senang bersama Mocca dan Ardhito!" Arina menyapa ratusan penonton di All Time Stage.

Total ada 19 lagu yang dibawakan mereka, baik sendiri-sendiri maupun yang dinyanyikan bersama.

Baca juga: Luapan energi anak muda di panggung HIVI! Soundrenaline 2019

Mocca menyanyikan lagu-lagu hit seperti "Teman Sejati", "Ketika Semua Telah Berakhir" yang sendu, "My Only One" dan "I Remember".

Sama seperti penonton yang ikut berdendang, Ardhito terlihat ikut menikmati penampilan band yang sudah ia dengar karyanya sejak SMP itu sembari berdiri di sisi panggung.

Formasi band berganti ketika tiba giliran Ardhito menyanyikan lagu-lagunya "Di Senayan", "The Sun", lagu tema film "Susah Sinyal" bertajuk "Bila" juga "Cigarettes of Ours".

Kolaborasi antara Mocca dan Ardhito dituangkan juga dalam lagu "On The Night Like This" yang memberi kesan berbeda karena dihiasi nyanyian santai sang solois.

Arina bersama Ardhito kemudian menari saat membawakan "Swing It, Bob" yang semalam diubah khusus menjadi "Swing It, Ditho". Lagu yang versi aslinya dinyanyikan Mocca bersama Bob Tutupoli itu selalu menampilkan Arina mempraktikkan beberapa gerakan tari, samba, cha-cha, dan tango dan ritual itu diikuti juga oleh Ardhito.

"Terima kasih Soundrenaline telah menyatukan Mocca dan Ardhito!" ujar Arina yang mengucapkan selamat tinggal dengan menyanyikan "Say Hello" bersama Ardhito.

Akankah proyek kolaborasi itu berlanjut? Baik Mocca maupun Ardhito masih berahasia, namun menyiratkan masih ada babak baru dalam kerja sama mereka.

"Semoga dilancarkan jalannya," kata Riko.

Baca juga: Dulu, Kahitna sempat kaget diajak main di Soundrenaline

Baca juga: RAN mainkan lagu baru di Soundrenaline 2019

 

Oleh Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar