ABL

Dikonfirmasi soal ABL, Itop malah ungkap rencana mundur dari CLS

Dikonfirmasi soal ABL, Itop malah ungkap rencana mundur dari CLS

Managing Partner klub bola basket CLS Knights Indonesia, Christopher Tanuwidjaja, memberikan penjelasan di sela-sela latihan terbuka sekaligus peluncuran tim jelang Liga Bola Basket ASEAN (ABL) 2018-2019 di GOR CLS Kertajaya, Surabaya, Rabu (7/11/2018). (ANTARA News/HO/CLS)

Jakarta (ANTARA) - Christopher "Itop" Tanuwidjaja mengungkapkan rencananya mundur dari posisi Managing Partner tim bola basket CLS Knights di tengah kabar absennya klub itu dari ajang Liga Bola Basket ASEAN musim 2019/20.

Laman resmi ABL sebelumnya mengumumkan kehadiran tim China Taipei, Fuson Braves, sebagai pengganti slot CLS di kompetisi musim 2019/20.

Baca juga: Tim China Taipei Fubon Braves gantikan slot CLS di ABL

"Ya tidak pernah ada meeting sampai saat ini," kata Christopher merujuk pada pertemuan antara pihak Yayasan CLS dengan penyelenggara ABL saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Senin.

"Tentang ini sebetulnya lebih ke keputusan saya untuk pamit dari posisi Managerial Basket Pro di Indonesia," ujarnya menambahkan.

Pria yang akrab disapa Itop itu mengaku bahwa niatannya tersebut sudah disampaikan secara langsung kepada pihak Yayasan CLS.

Baca juga: CLS belum pastikan keikutsertaan musim depan

Itop saat ini diberi kepercayaan oleh Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) untuk menjadi manajer tim nasional putri.

Tugasnya itu, setidaknya akan berlangsung hingga SEA Games 2019 di Filipina pada Desember.

"Saya mau lihat dulu sampai SEA Games ini kalau untuk Timnas Putri," katanya.

"Memang ada tawaran untuk jangka panjang. Tapi saya mau lihat per project dulu saja," ujar Itop menambahkan.

Baca juga: 19 pemain ikuti seleksi timnas SEA Games

Itop diketahui telah terlibat dalam CLS sejak tahun 2007 dan sejak itu mengusung tanggung jawab sebagai Managing Partner atau mudahnya sebagai manajer tim.

Di bawah pengelolaan Itop, CLS sempat merasakan gelar juara Liga Bola Basket Indonesia (IBL) pada 2016 atau musim perdana kembalinya nama itu diusung setelah liga basket profesional berada di bawah Liga Bola Basket Nasional (NBL) Indonesia selama 2010-2015.

Tak hanya di tingkat nasional, Itop juga turut membawa CLS mengharumkan nama Indonesia dengan menjuarai ABL 2018/19 yang merupakan musim kedua mereka tampil di kompetisi tersebut. Di partai final CLS sukses menggelar pesta juara dengan meraih kemenangan 3-2 atas Singapore Slingers di kandang lawan.

Baca juga: Menakar peran Indonesia dalam gelar juara ABL milik CLS

Baca juga: Prestasi di antara drama, potret lima tahunan bola basket Indonesia

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Timnas Basket Putri Indonesia optimistis sapu bersih dua laga tersisa

Komentar