counter

Pengusaha Jakarta perluas usaha Rumah Sate Haji Sanusi di Makassar

Pengusaha Jakarta perluas usaha Rumah Sate Haji Sanusi di Makassar

Owner Pranchise Rumah Sate Haji Sanusi, Iwan Sanusi (kiri) bersama Franchising Cabang Pengayoman, Muhammad Arief (kanan) dan istrinya (tengah) saat memperlihatkan menu sate kambing dan ayam serta tongseng kambing pada launching Rumah Sate Haji Sanusi di Jalan Pengayoman Makassar, Selasa (10/09/2019). ANTARA Foto/Nur Suhra Wardyah

Makassar (ANTARA) - Rumah sate Haji Sanusi kembali membuka cabang kedelapan di Indonesia yang lokasinya berada di Jalan Pengayoman Makassar Sulawesi Selatan, dan cabang ini menjadi outlet ketiga di Makassar setelah hadir di Sudiang dan Telkomas.

Owner Pranchise Rumah Sate Haji Sanusi, Iwan Sanusi, Selasa di sela-sela peluncuran cabang rumah makannya, mengungkapkan berbagai varian menu disiapkan dengan bahan dasar daging kambing, seperti sate kambing, tongseng kambing tongseng ayam, sate ayam, tengkleng (sumsum kambing), sup dan berbagai menu lainnya.

"Ini launching outlet kedelapan setelah kami juga buka di Balikpapan belum lama ini. Kita menyuguhkan daging kambing muda yang rasanya sangat empuk dan tidak berbau," kata dia di sela-sela acara launching.

Baca juga: Sate Maranggi, habiskan 2 ton daging per hari di libur Lebaran

Pria asal Jakarta tersebut mengatakan bahwa Rumah Sate Haji Sanusi ini berpusat di Cibubur Jakarta menawarkan sajian makanan khas Jawa yang sangat diminati pelanggannya.

Rencananya rumah makan ini juga akan beroperasi di beberapa wilayah seperti Samarinda, Batam, Banjarmasin, Pondok Indah Jakarta, dan Palangkaraya.

Agar menjaga citarasa khas Rumah Sate Haji Sanusi, seluruh bumbu didatangkan langsung dari Jakarta sehingga tidak ada perbedaan rasa dari berbagai cabang outletnya.

Meski demikian, agar penyerapan tenaga kerja bisa dirasakan warga lokal, maka pekerja di masing-masing outlet juga menggunakan jasa warga setempat.

Baca juga: Mengembalikan nama baik Sate Padang lewat festival

"Kita pekerjakan sekitar 12-15 orang setiap outlet dengan Rp120 juta omzet per hari," katanya.

Sementara untuk cabang terbaru yang ada di Pengayoman Makassar, Iwan menargetkan bisa mencapai omzet sebanyak Rp20 juta setiap hari.

Iwan mengemukakan, banyak warga beranggapan bahwa daging kambing berbau, namun anggapan itu ditepis dari cara pemotongam kambing. Oleh karena itu, pihaknya memiliki trik tersendiri untuk menjaga kualitas rasa dan kenyamanan pelanggan saat menyantap menu kambing Rumah Sate Haki Sanusi.

"Pemotongan bisa dimana saja. Tetapi kami punya standarisasinya dan harus melatih sendiri pemotong dan bagian pengolahannya," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Franchising Cabang Pengayoman, Muhammad Arief mengatakan pihaknya juga menyediakan beberapa menu lain bagi pelanggan yang tidak suka makan daging kambing.

"Kita juga menyediakan daging ayam dan tongseng ayam. Ini agar pelanggan yang datang bisa memiliki lebih banyak pilihan untuk menikmati menu yang kami tawarkan, tentu dengan jenis kuliner sama, yaitu sate dan tongseng, hanya bahan utamanya saja yang beda," bebernya.

Launching Rumah Sate Haji Sanusi tampak semakin meriah dengan kehadiran ustad kondang, Maulana yang turut hadir membawakan tausiyah. Selain itu turut hadir Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulsel, Dadang Suhendi.

"Alhamdulillah, saya tidak jauh-jauh lagi menyantap sate ke Sudiang karena Rah Sate Sanusi sudah ada di pusat kota. Kita berharap semoga sukses dan dilimpahi rezeki," tambah Dadang Suhendi.

Pewarta: Nur Suhra Wardyah
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar