counter

Menkes minta dukungan untuk capai kemandirian alat kesehatan

Menkes minta dukungan untuk capai kemandirian alat kesehatan

Menkes Nila Moeloek membuka acara seminar dan pameran inovasi kesehatan di Jakarta Pusat pada Selasa (10/9/2019). (FOTO ANTARA/Prisca Triferna)

Saya perlu dukungan untuk kemandirian obat, alat kesehatan dalam negeri agar terwujud layanan kesehatan yang juga bermutu tentunya
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta dukungan dari semua pihak untuk mendorong sektor industri kesehatan dalam negeri agar terwujud kemandirian farmasi dan alat kesehatan (alkes).

Pada seminar dan pameran inovasi kesehatan di Jakarta, Rabu, Menkes memaparkan bahwa 72 persen industri farmasi merupakan perusahaan lokal tapi mayoritas bahan bakunya masih hasil impor.

Begitu juga,kata dia, dengan industri alkes  yang mengalami peningkatan. Namun, mayoritas alkes di rumah-rumah sakit masih didatangkan dari luar negeri.

Baca juga: Industri farmasi Indonesia diharapkan tidak tergantung bahan impor

"Ini yang harus kita ubah. Oleh karena itu saya perlu dukungan untuk kemandirian obat, alat kesehatan dalam negeri agar terwujud layanan kesehatan yang juga bermutu tentunya," katanya dalam acara "The 1st Technofarmalkes 2019: Indonesia Health Tech Innovation".

Untuk mencapai kemandirian farmasi dan alkes tersebut, Menkes menegaskan perlunya sinergi antarkementerian karena Kemenkes tidak dapat berjalan sendiri.

"Karena itu diperlukan hilirisasi untuk memastikan bahwa segala inovasi yang dilakukan dalam sektor kesehatan bisa berkembang lebih jauh," katanya.

Menkes mengatakan sejauh ini Indonesia sudah berhasil mengembangkan berbagai inovasi kesehatan, meski teknologinya tidak secanggih beberapa negara maju.

Namun, ke depannya industri kesehatan bisa dikembangkan dengan bantuan dari berbagai pihak, termasuk kementerian dan lembaga-lembaga terkait seperti Kementerian Perindustrian serta Kementerian Perdagangan.

Indonesia Health Tech Innovation diselenggarakan Kemenkes dalam rangka mengembangkan inovasi kesehatan dan diadakan dua hari selama 10-11 September 2019.

Dalam acara tersebut dipamerkan beberapa inovasi kesehatan yang dibuat oleh berbagai lembaga negara, rumah sakit dan beberapa universitas seperti Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan Dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya dan Departemen Bedah Syaraf RS Hasan Sadikin.

Baca juga: Ini keuntungan gunakan alat kesehatan produksi dalam negeri

Baca juga: Menkes: industri farmasi meningkat dalam kurun tiga tahun

Baca juga: Indonesia manfaatkan perdagangan bebas Korsel majukan industri alkes

Baca juga: BPOM: tiga industri baru perkuat suplai bahan mentah obat

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menkes minta RS di Sulteng prioritaskan kepuasan pasien

Komentar