counter

Piala Dunia FIBA

Bermodal keyakinan dan keberanian, Argentina taklukkan Serbia

Bermodal keyakinan dan keberanian, Argentina taklukkan Serbia

Pebasket tim nasional Argentina Patricio Garino (kanan) melakukan selebrasi bersama rekannya Facundo Campazzo usai timnya mencetak poin dalam laga perempat final Piala Dunia FIBA 2019 melawan Serbia di Dongguan, China, Selasa (10/9/2019). (ANTARA/REUTERS/Kim Kyung-hoon)

Kami selalu percaya bahwa tak ada yang mustahil
Jakarta (ANTARA) - Keyakinan dan keberanian disebut pebasket Argentina Patricio Garino menjadi modal bagi timnya untuk menghentikan Serbia 97-87 dalam laga perempat final Piala Dunia FIBA 2019 di Dongguan, China, Selasa.

Hasil itu jadi catatan positif bagi Argentina, mengingat Serbia kerap disebut-sebut sebagai kandidat juara terkuat di China.

Baca juga: Serbia kandidat juara, kata pelatih Puerto Rico

"Kami selalu percaya bahwa tak ada yang mustahil. Kami punya tim hebat dengan semangat besar," kata Garino selepas pertandingan dilansir laman resmi FIBA.

Garino menyelesaikan pertandingan dengan mencetak 15 poin untuk membantu kemenangan Argentina, yang dipimpin sang patron gaeknya Luis Scola lewat 20 poin dan lima rebound.

Baca juga: Argentina capai semifinal, singkirkan Serbia 97-87

Lebih lanjut, Garino yang baru berusia 26 tahun dan kemungkinan akan membela panji Argentina untuk beberapa tahun mendatang, berharap level penampilan melawan Serbia bisa jadi acuan untuk El Alma Argentina di masa depan.

"Cara kami bermain hari ini adalah apa yang ingin kami lakukan hingga beberapa tahun ke depan," kata Garino.

"Kami tampil tanpa rasa takut, berjuang dengan keras, diperkuat tim hebat. Sekali lagi tak ada yang mustahil dan kami menemukan cara mengalahkan Serbia," pungkasnya.

Kemenangan melawan Serbia mengantarkan Argentina melangkah ke semifinal, menanti pemenang perempat final lain antara Prancis melawan juara bertahan dua edisi Amerika Serikat yang baru berlangsung Rabu (11/9).

Baca juga: Spanyol sudahi langkah bersejarah Polandia di perempat final

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar