counter

Malaysia dukung narasi identitas ASEAN yang diusulkan Indonesia

Malaysia dukung narasi identitas ASEAN yang diusulkan Indonesia

Deputi Sekretaris Jenderal Kebudayaan Kementerian Pariwisata, Kesenian, dan Kebudayaan Malaysia Saraya binti Arbi ditemui sela-sela ASEAN SOMCA ke-15 di Yogyakarta, Rabu (11/9/2019). ANTARA/Yashinta Difa/pri

Yogyakarta (ANTARA) - Delegasi Malaysia yang mengikuti Pertemuan ke-15 Pejabat Tinggi ASEAN untuk Urusan Kebudayaan dan Kesenian (the 15th ASEAN Senior Officials Meeting for Culture and Arts/SOMCA and Related Meetings), mendukung narasi identitas ASEAN yang diusulkan Indonesia dalam forum tersebut.

Narasi tentang identitas ASEAN diusulkan oleh Indonesia yang mengetuai SOMCA ke-15, sebagai upaya untuk mendorong rasa kebersamaan dan meningkatkan kesadaran masyarakat di kawasan mengenai ASEAN.

“Apa yang dicanangkan Indonesia mengenai ASEAN sebagai satu identitas itu bagus maknanya, itu kami sokong,” kata Deputi Sekretaris Jenderal Kebudayaan Kementerian Pariwisata, Kesenian dan Kebudayaan Malaysia Saraya binti Arbi di sela-sela ASEAN SOMCA di Yogyakarta, Rabu.

Baca juga: Indonesia usulkan "identitas ASEAN" dalam pertemuan bidang kebudayaan

Menurut Saraya, pemerintah Malaysia selama ini telah memulai sejumlah kegiatan di bawah kerangka ASEAN SOMCA, antara lain proyek warisan budaya bawah air yang akan dilaksanakan pada 2020 dan lokakarya penuturan sejarah yang diselenggarakan tahun ini.

Proyek-proyek tersebut diselenggarakan untuk menyoroti motto ASEAN sebagai satu visi, satu identitas dan satu komunitas melalui kegiatan yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat, bahkan sampai ke akar rumput.

Narasi mengenai identitas ASEAN yang diusulkan Indonesia, menurut Saraya, pada dasarnya adalah upaya memperkenalkan kembali motto tersebut kepada masyarakat di kawasan.
“Terutama supaya anak-anak muda kita paham aspirasi dan karya yang dilaksanakan ASEAN itu sendiri,” ujar dia.

Baca juga: Indonesia ajak ASEAN memasyarakatkan nilai-nilai bersama

Rancangan mengenai identitas ASEAN yang diajukan oleh Indonesia ini merupakan hasil diskusi dari sejumlah organisasi masyarakat sipil, yang telah dikonsultasikan dengan 10 negara anggota selama dua bulan.

Narasi ini tidak hanya dibahas dalam SOMCA ke-15, tetapi ditargetkan untuk diadopsi oleh para pemimpin negara anggota dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2020.

Jika narasi mengenai identitas ASEAN disepakati oleh seluruh negara anggota, maka akan membantu proses memasyarakatkan ASEAN, yang selama ini hanya dipahami oleh kalangan terbatas, seperti pemerintah, mahasiswa, media, dan akademisi.

Pertemuan ASEAN SOMCA tahun ini diikuti delegasi dari 10 negara ASEAN, yakni Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam; serta tiga negara mitra yaitu Jepang, Korea Selatan, dan China.

Baca juga: Thailand sebut identitas ASEAN harus menyoroti keberagaman

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

RI akan bantu redakan tensi perang dagang Jepang-Korsel

Komentar