counter

17 hektare hutan Lintas Timur Bangka terbakar

17 hektare hutan Lintas Timur Bangka terbakar

Tim Satgas Kekeringan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berusaha memadamkan api di Kawasan Hutan Lintas Timur, Kabupaten Bangka, Selasa (Babel.antaranews.com/Aprionis)

Pangkalpinang (ANTARA) - Seluas 17 hektare hutan di Kawasan Lintas Timur Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terbakar dan telah menimbulkan kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat di daerah itu.

"Kami belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran yang menghanguskan 17 hutan di Lintas Timur Bangka tersebut, namun diminta masyarakat untuk tidak membakar lahan dan membuang puntung rokok sembarangan," kata Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Babel, Mikron Antariksa di Pangkalpinang, Rabu.

Baca juga: BPBD Babel tangani 15 kali karhutla setiap hari

Ia mengatakan kebakaran hutan di Kawasan Lintas Timur Desa Air Anyir, Kabupaten Bangka terbakar berhasil dipadamkan Tim Satgas Kekeringan terdiri dari PMI, TRC BPBD, Pramuka Peduli Kwarda, Damkar, TNI dan Polri pada pukul Rabu (11/9) dinihari.

"Meski dengan keterbatasan sarana pendukung, namun dengan kerja keras dan kesabaran tim gabungan, akhirnya api berhasil dipadamkan pada dini hari tadi," katanya.

Menurut dia penyebab karhutla ini diduga ulah oknum masyarakat yang tidak bertanggungjawab itu yang membakar lahan untuk perkebunan.

Baca juga: Ada 40 kasus karhutla di Bangka

"Kebakaran belasan hektare kawasan hutan tersebut, sempat membuat asap tebal dan menutup Jalan Lintas Timur, sehingga mengganggu lalu lintas di kawasan tersebut," katanya.

Selain itu, kondisi asap tebal dampak kebakaran tersebut juga membuat para petugas dan relawan di lapangan sempat kesulitan memadamkan api yang sangat mudah merambat ke lahan lainnya.

"Api dengan sangat mudah merambat lahan yang dipenuhi semak belukar yang mengering, karena tiupan angin pantai yang cukup kencang," katanya.

Baca juga: Dalam dua bulan terjadi 57 kebakaran di Bangka Barat
 

Pewarta: Aprionis
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar