counter

Warga Cakung Timur keluhkan bau Kali Irigasi

Warga Cakung Timur keluhkan bau Kali Irigasi

Kali Irigasi di Jalan Balai Rakyat, Kelurahan Cakung Timur, Jakarta Timur, mengeluarkan bau limbah hasil pembuangan ampas tempe dan sampah rumah tangga. Warga RW01 mengeluhkan bau yang menyengat di pagi hari. (ANTARA/Andi Firdaus)

Gak pernah mereka izin dulu ke kita. Kadang saya beri peringatan, tapi mereka lebih galak, karena ini menyangkut perut
Jakarta (ANTARA) -
Warga RW01 Kelurahan Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, mengeluhkan bau yang berasal dari genangan limbah di aliran Kali Irigasi Jalan Balai Rakyat.
 
"Baunya cukup menyengat saat jam tertentu, misalnya mulai pukul 05.00 WIB sampai menjelang siang," kata Ketua RW01 Cakung Timur, Firdaus di Jakarta, Rabu siang.
 
Firdaus menyebut bau tak sedap itu berasal dari limbah rumah tangga, khususnya ampas dari hasil produksi tempe di sejumlah rumah penduduk di kawasan itu.

Baca juga: UI ciptakan inovasi Ramumbu hilangkan bau sampah menyengat
 
Menurut dia, produsen tempe rumahan kerap berproduksi mulai pukul 04.00 WIB dan membuang seluruh ampasnya ke aliran Kali Irigasi.
 
"Gak pernah mereka izin dulu ke kita. Kadang saya beri peringatan, tapi mereka lebih galak, karena ini menyangkut perut," ujarnya.
 
Firdaus mencatat, tidak kurang dari lima rumah di wilayahnya memproduksi tempe. Jumlah itu belum termasuk produsen di lima RW lain di sepanjang bantaran Kali Irigasi.

Baca juga: Radius bau sampah TPST semakin berkurang
 
"Kali irigasi ini membentang sekitar 5 kilometer, ada banyak RW di sekitarnya. Ada juga penduduk di sana yang jadi produsen tempe," katanya.
 
Warga lain di RW01 Cakung Timur, Maskuri (41), mengeluhkan bau yang sama.
 
"Selain ampas tempe, warga di sini memang masih suka buang sampah sembarangan. Baunya menyengat saat pagi," katanya.
 
Kali Irigasi tampak berwarna hitam pekat dan di bagian permukaan air terdapat ampas yang menggumpal hitam. Pada siang hari, bau sampah masih terasa.

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Akibat bau sampah, akses JPO stasiun LRT Bumi Sriwijaya ditutup

Komentar