counter

Suhu panas di Kepri diprediksi bertahan sampai akhir September

Suhu panas di Kepri diprediksi bertahan sampai akhir September

Salah seorang anak kecil mengisi air bersih ke dalam ember, yang bersumber dari bantuan pihak swasta. Belakangan ini warga Tanjungpinang, Kepri kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang. ANTARA/Ogen/am.

Tanjungpinang (ANTARA) (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang, memprediksi suhu panas di wilayah Provinsi Kepulauan Riau masih akan terjadi hingga minggu ketiga September.

"Bahkan bisa jadi sampai akhir September ini," ujar Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Bhakti Wira Kusumah, Rabu.

Berdasarkan pengamatan BMKG, kata dia, hujan regional atau global memang tidak mendukung terjadi dalam sepekan ini.

Baca juga: Saat udara panas bolehkah pakai kipas angin?

Seminggu ini cuaca cenderung cerah berawan dengan suhu udara berkisar antara 25-33 derajat celsius.

Kendati demikian, lanjutnya, kebakaran lahan dalam sepekan terakhir di Pulau Bintan mengalami penurunan.

"Pantauan BMKG hanya ada satu titik api di sekitar Bintan Utara. Asapnya tidak begitu signifikan," jelas Bhakti.

Dia menambahkan, musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir ini mengakibatkan sebagian rumah tangga di Tanjungpinang mulai kesulitan mendapatkan air bersih.

Di Jalan Gatot Subroto, sejumlah warga nampak mengantre di sumur umum yang berada di seberang Hotel Bintan Garden.

Menurut seorang ibu rumah tangga, Rahma, menyatakan antrean warga mengambil air ramai saat sore hari.

"Warga yang mengambil air tidak hanya penduduk yang bermukim di sekitar sumur, tetapi juga warga yang rumahnya cukup jauh," imbuhnya.

Baca juga: BMKG perkirakan suhu udara Indonesia akan lebih panas
Baca juga: Aturan empat kali istirahat diterapkan karena suhu panas

Pewarta: Ogen
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar