counter

Pemkot Pontianak liburkan aktivitas sekolah karena kabut asap

Pemkot Pontianak liburkan aktivitas sekolah karena kabut asap

Kabut asap cukup tebal menyelimuti Kota Pontianak, Selasa (10/9). (foto Andilala)

Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan meliburkan aktivitas sekolah mulai dari tingkat PAUD, TK, SD hingga SMP/sederajat sebagai dampak semakin buruknya indeks standar pencemaran udara (ISPU) akibat kabut asap yang semakin tebal karena kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Aktivitas sekolah mulai dari TK hingga SMP baik negeri dan swasta diliburkan mulai tanggal 12 hingga 14 Semptember, dan belajar kembali Senin (16/9)," kata Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Rabu malam.

Baca juga: Pemkab Kubu Raya liburkan sekolah karena kondisi udara memburuk

Ia menjelaskan, diliburkannya aktivitas belajar sekolah tersebut dengan pertimbangan udara sudah masuk dalam kategori tidak sehat.
Pengumuman libur sekolah dari Diknasbud Kota Pontianak. (foto Andilala)
"Apalagi Pemprov Kalbar juga sudah meliburkan aktivitas belajar untuk tingkat SMA/sederajat dampak semakin buruknya udara akibat Karhutla," kata Edi.

Baca juga: Kebakaran hutan berlanjut, Walhi minta restorasi gambut dievaluasi

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Syahdan dalam keterangan tertulisnya membenarkan, bahwa mulai tanggal 12-14 September 2019, pihaknya meliburkan aktivitas sekolah mulai dari PAUD, TK, SD dan SMP baik negeri dan swasta, dan masuk kembali tanggal 16 September atau Senin seperti biasa.

"Diliburkannya aktivitas belajar tersebut, setelah mencermati kabut asap di wilayah Kota Pontianak yang sangat kurang sehat untuk proses belajar mengajar di sekolah," ujarnya.

Baca juga: Pemkab Belitung perpanjang status siaga Karhutla

Sementara, bagi guru atau tenaga pendidik tetap masuk seperti biasa, dan meminta kepala sekolah melaporkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, apabila menemukan PNS dan non PNS di lingkungannya yang tidak masuk kerja tanpa keterangan yang jelas, katanya.

Pewarta: Andilala
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jarak pandang di Bandara Palembang terganggu hingga akhir Oktober

Komentar