counter

Manajer investasi selektif berinvestasi pada saham yang baru IPO

Manajer investasi selektif berinvestasi pada saham yang baru IPO

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (BEI) (Foto Antara )

Ya tidak tertutup kemungkinan bagi manajer investasi untuk memilih saham-saham di luar indeks LQ45
Jakarta (ANTARA) - Perusahaan pengelola dana, Manajer Investasi cukup selektif untuk berinvestasi pada saham-saham yang baru melaksanakan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) pada tahun ini.

"Perusahaan baru belum terlalu dilirik mengingat kondisi ekonomi global belum kondusif, dikhawatirkan mempengaruhi kinerja ke depannya," ujar Direktur Utama PT Foster Asset Management Andreas Yasakasih di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan salah satu pertimbangan yang menjadi tolok ukur dan paling utama agar saham perusahaan yang baru itu dilirik manajer investasi adalah fundamentalnya dan likuiditas perdagangan saham.

"Fundamental perusahaan menjadi salah satu perhatian utama apakah kinerja perusahaan mampu menjaga pertumbuhannya di tengah kondisi ekonomi global yang kurang kondusif," katanya.

Menurut dia, saham-saham yang masuk dalam kelompok 45 saham unggulan (indeks LQ45) masih menjadi acuan bagi manajer investasi dalam mengelola dana nasabah.

"Ya tidak tertutup kemungkinan bagi manajer investasi untuk memilih saham-saham di luar indeks LQ45, asalkan memenuhi kualifikasi, setiap pelaku pasar memiliki strateginya masing-masing," ucapnya.

Berdasarkan data BEI, sepanjang tahun ini terdapat sebanyak 33 perusahaan baru yang mencatatkan sahamnya di BEI. Dengan demikian, total jumlah perusahaan yang telah mencatatkan saham di BEI mencapai 648 perusahaan.

BEI menargetkan jumlah perusahaan yang IPO saham sepanjang tahun ini melebihi pencapaian 2018 yang sebanyak 57 perusahaan.

Andreas berharap terus bertambahnya jumlah perusahaan tercatat di BEI dapat semakin menarik bagi investor untuk menempatkan dananya dinpasar modal.

"Semakin banyak perusahaan yang IPO akan membuat pasar modal Indonesia semakin menarik di mata investor, karena semakin banyak saham di BEI maka memudahkan investor melakukan diversifikasi asetnya, tapi dengan asumsi fundamental perusahan positif," katanya.

Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko PT BEI Fithri Hadi mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya untuk melakukan edukasi mengenai IPO kepada perusahaan-perusahaan nasional.

Dengan melaksanakan IPO, lanjut dia, maka perusahaan dapat meningkatkan modal kerja dalam rangka membiayai pertumbuhan perusahaan.

"Secara upaya kita juga sudah sering melakukan edukasi dan menyampaikan manfaat IPO," ucapnya.

Baca juga: BEI: Pemahaman pasar modal sebagai alternatif pendanaan masih rendah
Baca juga: Mirae Asset Sekuritas targetkan kawal lima perusahaan IPO

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Membudayakan gerakan millenial menabung di pasar modal

Komentar