counter

Ekonom: fokus pemerintah meningkatkan SDM sejalan dengan Habibienomics

Ekonom: fokus pemerintah meningkatkan SDM sejalan dengan Habibienomics

Presiden RI ketiga BJ Habibie saat bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka pada 21 Mei 2019 (Hanni Sofia)

Pak Habibie juga sangat visioner mengenai perekonomian
Jakarta (ANTARA) - Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah menilai bahwa fokus pemerintah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sejalan dengan Habibienomics.

"Beliau (Habibie) dikenal dengan pemikiran tentang Habibienomics, saat ini Jokowi sedang memulai konsep itu yang penekanannya pada peningkatan kualitas SDM ," ujar Rusli Abdullah ketika dihubungi Antara di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan Habibienomics merupakan sebuah konsep ekonomi yang menekankan untuk meningkatkan keterampilan pekerja serta penguasaan teknologi tinggi.

Memasuki era ekonomi berbasis digital, menurut dia, maka aplikasi Habibienomics dapat di terapkan dalam mengembangkan industri, dalam hal ini industri kreatif.

"Pak Habibie juga sangat visioner mengenai perekonomian," ucapnya.

Habibienomics, lanjut dia, banyak yang memaknainya sebagai pengeluaran dana yang besar dalam investasi industri teknologi canggih. Namun, hal yang paling penting dari Habibienomics adalah pengembangan SDM yang berdaya saing global.

"Program kartu pra kerja dapat menjadi salah satu akses bagi para lulusan baru untuk mendapatkan pelatihan keterampilan sehingga meningkatkan kualitas SDM dan berdaya saing," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Rusli juga memuji kecakapannya dalam bidang ekonomi karena mampu memulihkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada 1998 lalu yang ketika itu Indonesia dilanda krisis moneter.

"Sebagai bapak tekonologi, Habibie juga cukup cakap dalam memulihkan ekonomi ketika itu, rupiah sempat menyentuh Rp17.000-an menjadi Rp7.000-an per dolar AS," katanya.

Presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936, pada Rabu petang wafat akibat masalah pada jantungnya.

Sebanyak 44 dokter yang dipimpin oleh tim dokter kepresidenan sudah bekerja merawat Habiebie sejak Presiden ketiga RI itu dirawat di RSPAD Gatot Soebroto pada 1 September 2019.

Baca juga: Habibie wafat, tiru upaya beliau kembalikan stabilitas perekonomian
Baca juga: Habibie wafat, teladani Habibienomics untuk industrialisasi nasional
Baca juga: Habibie wafat, sosok pendobrak industri penerbangan itu telah tiada

 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

INDEF: lesunya industri ritel akibat persaingan kurang sehat

Komentar