counter

Menkominfo: Konsep "leapfrog" pemerintah terinspirasi Habibie

Menkominfo: Konsep "leapfrog" pemerintah terinspirasi Habibie

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. (ANTARA/Arindra Meodia/Dok)

Pemeritah melakukan leapfrog untuk satelit tersebut yang sebelumnya belum pernah dioperasikan di Indonesia bahkan oleh swasta. Pemerintah mengambil pola pikir leapfrog seperti itu dari Pak Habibie. Harus berani menguasai teknologi, tutur dia
Jakarta (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengakui bahwa konsep "lompat kodok" atau leapfrog yang dimiliki pemerintah terinspirasi dari konsep pemikiran Presiden Ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie yang wafat pada Rabu (11/9) di Jakarta.

"Pemikiran beliau itu leapfrog yang visinya jauh ke depan. Jadi tidak mengambil teknologi yang berurut setelah ini apa, setelah ini apa," ujar Rudiantara kepada Antara di kediaman B.J.Habibie, Patra Kuningan, Jakarta, Rabu (11/9) malam.

Secara umum, leapfrog atau lompat kodok adalah bagaimana "melompat" untuk langsung menguasai teknologi paling canggih.

Baca juga: Habibie Wafat - Habibie lahirkan generasi intelektual BPPT

Pemerintah, lanjut Rudiantara, menerapkan konsep leapfrog itu salah satunya untuk mewujudkan pengadaan satelit komunikasi berteknologi high throughput satellite (HTS).

"Pemeritah melakukan leapfrog untuk satelit tersebut yang sebelumnya belum pernah dioperasikan di Indonesia bahkan oleh swasta. Pemerintah mengambil pola pikir leapfrog seperti itu dari Pak Habibie. Harus berani menguasai teknologi," tutur dia.

Baca juga: Ekonom: Lanjutkan warisan Habibie di bidang teknologi

Karena pemikiran ilmu pengetahuannya yang melebihi zaman, Rudiantara tak ragu menyebut Habibie sebagai bapak teknologi kelas dunia. Bahkan, dengan ilmunya yang tinggi, Habibie juga selalu mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Pak Habibie tidak pernah jauh dari iman dan takwa. Mudah-mudahan bangsa ini bisa meneladani apa yang almarhum lakukan selama ini," tutur Rudiantara.

Baca juga: BJ Habibie Wafat, Kominfo: Bapak Teknologi Indonesia

Baharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia dalam usia 83 tahun pada pukul 18.05 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/9).

Jasadnya disemayamkan di rumah duka di Patra Kuningan, Jakarta Selatan. Wakil Presiden ketujuh Republik Indonesia tersebut akan dikebumikan di samping pusara istrinya, Hasri Ainun Besari, di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta Selatan pada Kamis (12/9).

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Masyarakat berziarah ke makam Habibie

Komentar