counter

Ekonom ingatkan penguatan peran swasta, dongkrak kinerja pembangunan

Ekonom ingatkan penguatan peran swasta,  dongkrak kinerja pembangunan

Suasana acara diskusi dan peluncuran buku "Indonesia menuju 5 besar dunia" di Jakarta, Kamis (12/9/2019) (ANTARA/Satyagraha)

jangan terlalu banyak ikut campur, agar swasta dapat berkembang dan kreatif dengan baik
Jakarta (ANTARA) - Ekonom Anton Gunawan mengingatkan pentingnya penguatan peran swasta untuk mendorong kinerja pembangunan dan meningkatkan kegiatan investasi agar perekonomian lebih berdaya tahan dari tekanan global.

"Pemerintah dapat mendorong ekonomi ke depan, tapi jangan terlalu banyak ikut campur, agar swasta dapat berkembang dan kreatif dengan baik," kata Anton dalam acara diskusi dan peluncuran buku "Indonesia Menuju 5 Besar Dunia" di Jakarta, Kamis.

Anton menambahkan pemerintah dapat membantu masuknya aliran modal dari swasta melalui penyediaan peraturan yang tidak lagi menghambat masuknya investasi baik di pusat maupun daerah.

Selain itu, tambah dia, pemerintah dapat menyediakan fasilitas prasarana dan sarana infrastruktur lunak maupun fisik agar iklim berusaha menjadi lebih sehat dan bersahabat bagi sektor swasta.

Ia mengatakan hal ini dapat diperkuat dengan pembenahan sumber daya manusia agar Indonesia mempunyai tenaga kerja yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan industri.

"Karena kekhawatirannya ada skill mismatch yang cukup mendalam, bahkan pada titik tertentu, ada pekerja yang mempunyai skill terlalu tinggi. Ini perlu dibenahi melalui pendidikan yang tepat," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Unika Atmajaya A Prasetyantoko mengatakan perlu upaya lebih agar Indonesia bisa menjadi negara maju dan menjadi ekonomi kelima terbesar sesuai Visi Indonesia 2045.

"Sekarang ini pertumbuhan masih terjebak pada angka lima persen, kalau ingin menjadi negara maju, harus ada perombakan, agar tidak terperangkap middle income trap," katanya.

Salah satu upaya tersebut, tambah dia, adalah menekan tingkat kesenjangan ekonomi yang selama ini masih tinggi terutama di kawasan timur Indonesia.

"Variabel kesenjangan ekonomi masih tinggi karena pertumbuhan ekonomi 80 persen terpusat di Jawa dan Sumatera. Untuk itu, pengembangan ekonomi ke depan harus ke wilayah yang belum terbuka," ujarnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Blue Bird Tbk Noni Purnomi mengatakan salah satu prioritas yang dapat dilakukan agar Indonesia menjadi negara maju adalah pembenahan sumber daya manusia.

"Kita harus melakukan prioritas dengan membina sumber daya manusia secara fokus agar tidak terjadi mismatch dan arahnya sama," ujarnya.

Baca juga: Sri Mulyani sebut 6 prasyarat RI jadi negara maju, wujudkan Visi 2045

Pewarta: Satyagraha
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden minta perluas peran swasta

Komentar