Palangka Raya luncurkan program ruang sehat tolak asap

Palangka Raya luncurkan program ruang sehat tolak asap

Wakil Wali Kota Palangka Raya Umi Mastikah (kanan) saat peluncuran program "Ruang Sehat Tolak Asap" 2019 yang dipusatkan di SDN 6 Palangka Raya, Kamis (12/9/19). ANTARA/Rendhik Andika

Palangka Raya (ANTARA) - Wakil Wali Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah Umi Mastikah meluncurkan program Ruang Sehat Tolak Asap tahun 2019 yang dipusatkan di SDN 6 Palangka Raya.

"Peluncuran  dilaksanakan di sekolah dasar sebagai upaya meminimalkan dampak negatif adanya kabut asap terhadap para siswa," kata Umi disela peluncuran program ruang Sehat Tolak Asap di Palangka Raya, Kamis.

Pihaknya pun berharap gerakan yang telah diinisiasi sejak dua bulan lalu itu dapat dijadikan percontohan sekolah lain dalam upaya meminimalkan dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan para siswa.
Baca juga: DLH: Kualitas udara di Palangka Raya tak sehat

"Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat termasuk kepada komunitas Betang Bagawi yang menginisiasi gerakan Lawan Asap 2019," kata Umi.

Saat peluncuran program itu sendiri sekitar 100 siswa di sekolah setempat mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan di ruang Sehat Tolak Asap.

Trisia, Ketua Komunitas Betang Bagawi menerangkan diantara cara mengurangi paparan partikulat debu sisa kebakaran hutan dan lahan di dalam ruangan dapat dilakukan dengan cara menggunakan masker basah baik saat beraktivitas di dalam maupun di luar ruangan.
Baca juga: Ribuan warga Palangka Raya salah Id "di tengah" asap

Untuk ruang yang diresmikan oleh wakil wali kota itu semua jendela dan menutup lubang udara telah ditutup dengan kain basah yang berfungsi menyaring udara yang masuk ke ruangan.

Kemudian seluruh kipas angin yang bagian depannya telah ditutup dengan kain basah dengan fungsi melembabkan ruangan dan mensirkulasi udara di dalamnya.

"Untuk penghasil oksigen dan untuk memurnikan udara secara alami, di dalam ruangan juga dapat diletakkan aquarium berisi ikan. Untuk lokasi lain bisa diganti dengan baskom atau ember berisi air yang dilengkapi dengan lumut atau ganggang. Ruangan juga dilengkapi dengan alat ukur suhu dan kelembaban udara," katanya.

Cara membersihkan ruangan juga dengan dengan di sapu melainkan dipel menggunakan kain basah untuk mencegah partikel debu beterbangan. Selanjutnya usahakan kelembapan suhu ruangan kira-kira antara 50-70 persen dengan suhu 27-28 derajat celcius.
Baca juga: Palangka Raya liburkan sekolah untuk hindari dampak kabut asap
Baca juga: Kabut asap ganggu penerbangan di Kota Palangka Raya

Pewarta: Rendhik Andika
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar